Jakarta, Sinata.id – Iran dikabarkan tengah mempertimbangkan proposal dari Amerika Serikat.
Guna mengakhiri perang yang selama beberapa bulan terakhir memicu ketegangan besar di kawasan Timur Tengah.
Sinyal perdamaian mulai terlihat setelah muncul laporan bahwa Washington dan Teheran semakin dekat menuju kesepakatan baru.
Media Amerika Serikat, Axios, melaporkan Gedung Putih sedang membahas memorandum kesepahaman berisi 14 poin dengan Iran.
Dokumen tersebut disebut dapat menjadi kerangka awal menuju negosiasi nuklir yang lebih luas dan permanen.
Beberapa poin penting dalam proposal itu antara lain penghentian sementara pengayaan uranium Iran.
Pencabutan sanksi ekonomi, hingga pembukaan kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz yang selama ini menjadi pusat ketegangan global.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Ismail Baghaei, mengatakan proposal Amerika masih dipelajari secara mendalam.
Setelah proses peninjauan selesai, Iran akan menyampaikan pandangannya melalui mediator dari Pakistan.
Menteri Luar Negeri Pakistan juga menyebut negaranya terus berupaya mengubah gencatan senjata sementara menjadi perdamaian permanen.
Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengaku optimistis kesepakatan bisa tercapai.
Trump menyebut pembicaraan dalam 24 jam terakhir berlangsung sangat positif.
“Mereka ingin membuat kesepakatan. Kami melakukan pembicaraan yang sangat baik,” ujar Trump.









Jadilah yang pertama berkomentar di sini