“Pantaskah itu dilakukan ketika rupiah terus tertekan terhadap dolar, pasar saham melemah di mata investor, dan banyak rakyat sedang menghadapi kesulitan ekonomi akibat harga kebutuhan pokok yang semakin mahal?” lanjutnya.
Henri turut mempertanyakan minimnya masukan dari lingkaran terdekat Presiden agar lebih mengedepankan empati serta skala prioritas dalam penggunaan anggaran negara.
Sementara itu, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa kunjungan kenegaraan Presiden ke Prancis telah diagendakan sejak tahun lalu, meski sempat beberapa kali mengalami penjadwalan ulang.
Dalam keterangannya, Teddy menyebut kunjungan tersebut bertujuan memperkuat hubungan strategis Indonesia dan Prancis di berbagai bidang kerja sama.
“Saat ini, Indonesia memiliki banyak kerja sama super strategis dengan Prancis, dan state visit ini diharapkan makin memperkuat posisi Indonesia di Eropa, khususnya Prancis,” kata Teddy.
Ia menambahkan, Indonesia dipandang sebagai gerbang utama hubungan Eropa menuju Asia, sementara Prancis menjadi salah satu pintu penting hubungan Asia Tenggara dengan kawasan Eropa.
Selama berada di Paris, Presiden Prabowo juga dijadwalkan melaksanakan salat Iduladha dan bersilaturahmi dengan warga negara Indonesia di Wisma KBRI Paris. (A08)










Jadilah yang pertama berkomentar di sini