Info Market CPO
🗓 Update: Rabu, 20 Mei 2026 |18:50 WIB |Volume: 0.5K • 2.6K • 0.5K • 0.5K • 0.2K DMI • FOB PALOPO • DMI • DMI • LOCO PARINDU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
- 14500 (IMT) 12100 (IBP) 15500 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K · FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
N4 N4 (N4)
Vol: 0.5K · DMI
- 14500 (IMT) 12100 (IBP) 15500 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
- 14500 (IMT) 12100 (IBP) 15500 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
- 11010 (MNA) - 15150 WD
Catatan Pasar
  • Tender PTPN didominasi status WD. Tender DMI mencatat CTR di level 15.500 dengan bidder IMT, IBP, dan PAA. Tender FOB PALOPO belum terdapat bidder. Tender LOCO PARINDU mencatat penawaran MNA di level 11.010 dengan CTR 15.150.
👥Sumber: Internal Market CPO
Model
Regional

Arisha, Balita Deli Serdang Penderita Kebocoran Jantung Butuh Bantuan ke Jakarta

arisha, balita deli serdang penderita kebocoran jantung butuh bantuan ke jakarta
Balita asal Deli Serdang, Arisha Zainabba Nasution, berjuang melawan penyakit kebocoran jantung bawaan yang dideritanya sejak lahir. (istimewa)

Deli Serdang, Sinata.id – Seorang balita berusia dua tahun asal Kabupaten Deli Serdang, Arisha Zainabba Nasution, tengah berjuang melawan penyakit kebocoran jantung bawaan yang dideritanya sejak lahir.

Putri pasangan Zulfikar Nasution (32) dan Rohana Boru Barus (30) itu didiagnosis mengalami VSD perimembran inlet-outlet disertai hipertensi pulmonal ringan hingga sedang.

Advertisement

Kondisi tersebut menyebabkan penumpukan cairan dan aliran darah berlebih yang mulai berdampak pada paru-paru Arisha.

Sejak bayi, Arisha sering mengalami sesak napas, terutama saat tidur. Orang tuanya bahkan harus menyediakan tabung oksigen di rumah untuk membantu pernapasannya.

Tidak hanya itu, aktivitas Arisha juga sangat terbatas. Untuk memenuhi kebutuhan nutrisi, balita tersebut harus menggunakan selang NGT karena kerap memuntahkan susu yang diminumnya.

Baca Juga  Pemkab Deli Serdang Lantik 113 Pejabat Baru: Langkah Strategis Menuju Reformasi Birokrasi

Akibat kondisi tersebut, berat badan Arisha sulit mengalami peningkatan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter spesialis jantung anak di RSUP H Adam Malik Medan dan Rumah Sakit Jantung Jakarta, tindakan operasi penutupan kebocoran jantung idealnya dilakukan sebelum Arisha berusia dua tahun.

Namun keterbatasan ekonomi membuat keluarga baru bisa membawa Arisha ke Jakarta tahun ini.

“Selama hampir dua tahun kami terus berupaya mencari pengobatan, dan baru sekarang bisa membawanya ke Jakarta,” ujar Zulfikar, Rabu (20/5/2026).

Zulfikar sehari-hari bekerja sebagai buruh harian lepas di sebuah pabrik sabun di kawasan Patumbak dengan penghasilan setara UMR Deli Serdang.

Sementara sang istri fokus mendampingi dan merawat Arisha yang membutuhkan pengawasan penuh selama 24 jam.

Baca Juga  Telkomsel Lakukan Pemulihan Jaringan Telekomunikasi di Sibolga-Tapteng 

Meski biaya operasi dan pengobatan utama ditanggung BPJS Kesehatan, keluarga yang tinggal di Dusun II Desa Lantasan Lama, Kecamatan Patumbak, itu masih kesulitan memenuhi kebutuhan penunjang selama pengobatan di Jakarta.

Keberangkatan Arisha ke Jakarta sebelumnya terbantu dari dukungan keluarga dan para dermawan.

Namun, keluarga masih membutuhkan bantuan biaya operasional selama kurang lebih tiga bulan masa pengobatan dan pemulihan pascaoperasi.

Biaya tersebut meliputi kebutuhan tempat tinggal dan makan pendamping, susu nutrisi khusus, pampers dan vitamin, obat tambahan, persediaan oksigen darurat, biaya kontrol rutin, serta tiket kepulangan ke Sumatera Utara.

Keluarga berharap ada uluran tangan dari para dermawan agar Arisha bisa segera menjalani operasi dan mendapatkan kesempatan hidup yang lebih baik. (A02)

Baca Juga  Kabar Gembira! Kuota Rumah Murah Sumut Bertambah

 

 

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini