Padangsidimpuan, Sinata.id – Kepolisian bersama aparat kecamatan dan warga menggelar operasi pemberantasan narkoba di kawasan Silayang-Layang, Kelurahan Wek II, Kecamatan Padangsidimpuan Utara, Jumat (29/5/2026).
Dalam kegiatan tersebut, petugas menemukan alat hisap sabu atau bong serta sejumlah pondok sederhana yang diduga digunakan sebagai tempat mengonsumsi narkotika.
Operasi Grebek Sarang Narkoba (GSN) yang dimulai sekitar pukul 14.00 WIB itu dipimpin Kapolsek Padangsidimpuan Hutaimbaru, Iptu Ahmad Edi Sitompul. Kegiatan melibatkan personel Reskrim, Bhabinkamtibmas, aparat kecamatan, kepala lingkungan, serta tokoh masyarakat.
Sebelum menuju lokasi, seluruh personel mengikuti apel persiapan di Mapolsek Padangsidimpuan Hutaimbaru. Tim kemudian bergerak ke kawasan yang selama ini disebut warga sebagai salah satu titik rawan penyalahgunaan narkotika.
Saat melakukan penyisiran, petugas memeriksa sejumlah lokasi yang dicurigai menjadi tempat transaksi maupun penggunaan sabu. Dari hasil pemeriksaan, ditemukan alat hisap sabu dan beberapa pondok yang diduga kerap digunakan sebagai tempat berkumpul dan mengonsumsi narkotika.
“Temuan ini semakin menguatkan dugaan bahwa lokasi tersebut sering dimanfaatkan sebagai tempat penyalahgunaan narkoba,” ujar Iptu Ahmad usai kegiatan.
Ia menegaskan, operasi serupa akan terus dilakukan secara berkala untuk mempersempit ruang gerak peredaran dan penyalahgunaan narkotika di wilayah hukum Polsek Padangsidimpuan Hutaimbaru.
“Kami tidak akan memberikan ruang bagi pelaku penyalahgunaan narkoba. Kegiatan seperti ini akan terus dilakukan secara berkelanjutan, terutama di lokasi yang dianggap rawan,” tegasnya.
Sementara itu, Camat Padangsidimpuan Utara, Andrian Harahap, yang turut hadir dalam operasi tersebut menyatakan dukungan penuh terhadap langkah kepolisian dalam memberantas narkoba.
Menurutnya, upaya memerangi peredaran dan penyalahgunaan narkotika membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah, aparat penegak hukum, hingga warga.
“Narkoba adalah musuh bersama. Sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, tokoh masyarakat, dan warga harus terus diperkuat,” katanya.
Operasi berakhir sekitar pukul 17.00 WIB dan ditutup dengan apel konsolidasi. Warga berharap kegiatan serupa terus dilakukan secara rutin guna mencegah munculnya kembali aktivitas penyalahgunaan narkoba di kawasan Silayang-Layang. (SN18)










Jadilah yang pertama berkomentar di sini