Pematangsiantar, Sinata.id – Sejumlah momen penting dan hari besar diperingati di berbagai belahan dunia setiap tanggal 24 Mei.
Beragam peringatan tersebut mengangkat isu kesehatan mental, perdamaian global, hingga pentingnya hubungan kekeluargaan.
Masyarakat diajak meningkatkan kepedulian sosial dan nilai kemanusiaan melalui berbagai momentum tersebut. Peringatan ini juga menjadi pengingat pentingnya solidaritas antarsesama dalam kehidupan bermasyarakat.
Salah satu peringatan yang jatuh pada 24 Mei adalah Hari Kesadaran Skizofrenia Sedunia atau World Schizophrenia Awareness Day. Momentum ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai skizofrenia sebagai gangguan mental serius.
Skizofrenia merupakan gangguan psikotik kronis yang memengaruhi pola pikir, emosi, dan perilaku penderitanya. Pengidap kondisi ini dapat mengalami delusi dan halusinasi sehingga sulit membedakan antara realitas dan imajinasi.
Berbagai komunitas kesehatan mental di dunia memanfaatkan momen ini untuk mengampanyekan pentingnya deteksi dini gangguan jiwa. Selain itu, mereka juga mendorong penghapusan stigma negatif terhadap penyintas skizofrenia serta meningkatkan akses layanan kesehatan mental.
Peringatan ini turut menekankan bahwa penyintas skizofrenia tetap dapat menjalani hidup produktif apabila mendapatkan penanganan medis yang tepat serta dukungan sosial dari lingkungan sekitar.
Selain itu, tanggal 24 Mei juga diperingati sebagai Hari Perempuan Internasional untuk Perdamaian dan Perlucutan Senjata. Peringatan ini lahir dari gerakan perempuan dunia yang menyerukan penghentian konflik bersenjata.
Momentum tersebut menyoroti pentingnya keterlibatan perempuan dalam diplomasi dan proses perdamaian. Perempuan dinilai memiliki peran strategis dalam memperjuangkan hak asasi manusia serta membangun rekonsiliasi pascakonflik.
Isu pengurangan senjata juga terus disuarakan demi melindungi masyarakat sipil, terutama perempuan dan anak-anak yang kerap menjadi kelompok paling terdampak akibat perang.
Tak hanya itu, 24 Mei juga dikenal sebagai Brothers Day atau Hari Saudara Laki-Laki. Perayaan nonformal ini populer di sejumlah negara sebagai bentuk penghargaan terhadap hubungan persaudaraan.
Masyarakat biasanya merayakannya dengan meluangkan waktu bersama keluarga, memberikan hadiah sederhana, hingga mengunggah momen kebersamaan di media sosial.
Hubungan antarsaudara dinilai memiliki peran penting dalam perjalanan hidup seseorang. Kehadiran saudara laki-laki juga menjadi dukungan emosional yang membantu menjaga keharmonisan keluarga. (A02)










Jadilah yang pertama berkomentar di sini