Bandung, Sinata.id – Ada yang mengundang tepuk tangan riuh saat Sidang Terbuka Wisuda Kedua Institut Teknologi Bandung Tahun Akademik 2025/2026 pada 18 April 2026.
Satu nama wisudawati disebut, Endiah Puji Hastuti. Dia merupakan wisudawan tertua, yakni 65 tahun 2 bulan.
Di usia terbilang senja itu, ia sukses meraih gelar Doktor Rekayasa Nuklir.
Namun di balik momen wisuda itu, Endiah memiliki perjalanan panjang di dunia pendidikan dan riset nuklir Indonesia.
Endiah lahir pada awal 1961. Ia tumbuh di masa ketika akses pendidikan tinggi bagi perempuan di bidang teknik dan sains masih sangat terbatas.
Meski demikian, ia memilih jalur ilmu pengetahuan yang menantang.
Jenjang pendidikan tingginya dimulai di Universitas Diponegoro pada jurusan Teknik Kimia, dan lulus pada tahun 1985.
Pilihan ini menunjukkan minat awalnya pada sains terapan, proses industri, dan teknologi energi.
Setelah menyelesaikan studi sarjana, Endiah masuk ke lingkungan riset nuklir nasional dan mulai bekerja pada 1987 di fasilitas reaktor riset milik BATAN (kini BRIN).
Ia ikut dalam fase commissioning atau tahap pengoperasian awal Reaktor Serba Guna G.A. Siwabessy (RSG-GAS), salah satu reaktor riset terpenting di Indonesia.
Di tengah karier profesionalnya, Endiah kembali menempuh studi lanjutan di Institut Teknologi Bandung dan lulus dari program Teknik Tenaga Nuklir pada 1995.
Langkah ini menandai peralihan fokus akademiknya dari teknik kimia ke teknologi nuklir yang lebih spesifik.
Dengan kombinasi dasar teknik kimia dan spesialisasi nuklir, ia mengembangkan kompetensi pada sistem pendingin reaktor, keselamatan operasi, dan rekayasa fasilitas nuklir.
Endiah kemudian berkiprah panjang di Badan Tenaga Nuklir Nasional yang kini terintegrasi ke Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Namanya tercatat dalam berbagai publikasi ilmiah nasional dan internasional mengenai keselamatan reaktor riset, manajemen penuaan fasilitas nuklir, sistem pendingin reaktor, reliabilitas komponen reaktor, dan desain reaktor riset masa depan
Meski telah lama menjadi peneliti senior, Endiah tidak berhenti belajar.
Ia kembali ke kampus dan menempuh studi doktoral di Program Studi Rekayasa Nuklir ITB.
Disertasinya berjudul Pengembangan Program Manajemen Penuaan Melalui Sistem Informasi Perawatan Reaktor Serba Guna G.A. Siwabessy, yang fokus pada keandalan dan umur panjang fasilitas nuklir nasional.
Pada 18 April 2026, ia resmi diwisuda sebagai doktor sekaligus wisudawan tertua ITB. (A08)










Jadilah yang pertama berkomentar di sini