Info Market CPO
🗓 Update: Kamis, 04 Juni 2026 |17:08 WIB |Volume: 0.5K • 0.5K • 0.5K • 0.5K • 0.5K • 0.5K DMI • BLW • FOB TDUKU • FRC TBAYUR • FRC PLMBG • LOCO LUWU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
MERANTI7 N4 (MERANTI7)
Vol: 0.5K · DMI
15025 (AGM) 15010 (IBP) 14921 (EUP) 15075 AGM ACC
N4 N4 (N4)
Vol: 0.5K · BLW
15025 (ARM) 15010 (MM) 14951 (EOP) 15075 ARM ACC
N6 N4 (N6)
Vol: 0.5K · FOB TDUKU
14825 (AGM) 14785 (MM) 14736 (PRISCOLIN) 14875 AGM ACC
N6 N4 (N6)
Vol: 0.5K · FRC TBAYUR
14880 (WIRA) 14759 (WNI) 8000 (PRCW) 14945 WIRA ACC
N7 N4 (N7)
Vol: 0.5K · FRC PLMBG
14875 (AGM) 14860 (MM) 14771 (PRISCOLIN) 14925 AGM ACC
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • Tender PTPN didominasi transaksi ACC dengan persaingan harga yang cukup ketat antar bidder. AGM memenangkan tender DMI, FOB TDUKU, dan FRC PLMBG, sementara ARM unggul di BLW dan WIRA memenangkan tender FRC TBAYUR. Tender LOCO LUWU belum terdapat bidder.
👥Sumber: Internal Market CPO
Model
Inspiratif

Endiah Puji Hastuti, Doktor Nuklir ITB di Usia 65 Tahun yang Jadi Inspirasi

endiah puji hastuti saat sidang doktor pada senin (12/1/2026).
Endiah Puji Hastuti saat Sidang Doktor pada Senin (12/1/2026). (Foto: Ist)

Bandung, Sinata.id – Ada yang mengundang tepuk tangan riuh saat Sidang Terbuka Wisuda Kedua Institut Teknologi Bandung Tahun Akademik 2025/2026 pada 18 April 2026.

Satu nama wisudawati disebut, Endiah Puji Hastuti. Dia merupakan wisudawan tertua, yakni 65 tahun 2 bulan.

Advertisement

Di usia terbilang senja itu, ia sukses meraih gelar Doktor Rekayasa Nuklir.

Namun di balik momen wisuda itu, Endiah memiliki perjalanan panjang di dunia pendidikan dan riset nuklir Indonesia.

Endiah lahir pada awal 1961. Ia tumbuh di masa ketika akses pendidikan tinggi bagi perempuan di bidang teknik dan sains masih sangat terbatas. 

Meski demikian, ia memilih jalur ilmu pengetahuan yang menantang.

Jenjang pendidikan tingginya dimulai di Universitas Diponegoro pada jurusan Teknik Kimia, dan lulus pada tahun 1985. 

Pilihan ini menunjukkan minat awalnya pada sains terapan, proses industri, dan teknologi energi.

Setelah menyelesaikan studi sarjana, Endiah masuk ke lingkungan riset nuklir nasional dan mulai bekerja pada 1987 di fasilitas reaktor riset milik BATAN (kini BRIN). 

Ia ikut dalam fase commissioning atau tahap pengoperasian awal Reaktor Serba Guna G.A. Siwabessy (RSG-GAS), salah satu reaktor riset terpenting di Indonesia.

Di tengah karier profesionalnya, Endiah kembali menempuh studi lanjutan di Institut Teknologi Bandung dan lulus dari program Teknik Tenaga Nuklir pada 1995. 

Langkah ini menandai peralihan fokus akademiknya dari teknik kimia ke teknologi nuklir yang lebih spesifik.

Dengan kombinasi dasar teknik kimia dan spesialisasi nuklir, ia mengembangkan kompetensi pada sistem pendingin reaktor, keselamatan operasi, dan rekayasa fasilitas nuklir.

Endiah kemudian berkiprah panjang di Badan Tenaga Nuklir Nasional yang kini terintegrasi ke Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). 

 

Baca Juga  Nutrisi Ikan Sidat Lebih Unggul dari Salmon, Kalau Belut?

 

Namanya tercatat dalam berbagai publikasi ilmiah nasional dan internasional mengenai keselamatan reaktor riset, manajemen penuaan fasilitas nuklir, sistem pendingin reaktor, reliabilitas komponen reaktor, dan desain reaktor riset masa depan

Meski telah lama menjadi peneliti senior, Endiah tidak berhenti belajar. 

Ia kembali ke kampus dan menempuh studi doktoral di Program Studi Rekayasa Nuklir ITB.

Disertasinya berjudul Pengembangan Program Manajemen Penuaan Melalui Sistem Informasi Perawatan Reaktor Serba Guna G.A. Siwabessy, yang fokus pada keandalan dan umur panjang fasilitas nuklir nasional.

Pada 18 April 2026, ia resmi diwisuda sebagai doktor sekaligus wisudawan tertua ITB. (A08)

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini