Info Market CPO
🗓 Update: Rabu, 13 Mei 2026 |18:41 WIB |Volume: 0.5K • 0.5K • 0.2K • 2.6K DMI • DMI • LOCO PARINDU • FOB PALOPO
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
14975 14918 (AGM) 14907 (PAA) 15100 EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
14975 14918 (AGM) 14907 (PAA) 15100 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14535 14399 (MNA) 14400 (PBI) 14750 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K · FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi transaksi DMI Persaingan harga masih cukup kompetitif antar bidder Tender LOCO PARINDU berakhir WD Tender FOB PALOPO belum terdapat bidder
👥Sumber: Internal Market CPO
Model
Inspiratif

Profil Dandhy Laksono, Sosok di Balik Film Dokumenter Pesta Babi

dandhy laksono.
Dandhy Laksono. (Foto: ist)

Jakarta, Sinata.id  – Pesta Babi, sebuah film dokumenter karya Dandhy Laksono, viral.

Bukan karena tayangannya di bioskop-bioskop atau televisi. Tapi karena pelarangan aparat terhadap pemutaran film ini.

Advertisement

Film yang berbicara soal kondisi Papua itu, diputar terbatas di komunitas-komunitas.

Tapi justru dibubarkan oleh aparat di sejumlah daerah. 

Teranyar aparat TNI membubarkan kegiatan nonton bareng (nobar) film dokumenter Pesta Babi di Pendopo Benteng Oranje, Ternate, Maluku Utara, Jumat (8/5/2026) malam.

Komandan Kodim (Dandim) 1501/Ternate Letkol Inf Jani Setiadi mengatakan, pembubaran dilakukan karena film tersebut dinilai menuai banyak penolakan dan dianggap bersifat provokatif oleh sebagian masyarakat.`

Siapakah Dandhy Laksono?

Dandhy Laksono adalah jurnalis investigatif, aktivis, dan pembuat film dokumenter asal Indonesia yang dikenal lewat karya-karya bertema lingkungan, demokrasi, konflik agraria, dan hak masyarakat adat. 

Ia lahir pada 29 Juni 1976 dan merupakan pendiri rumah produksi dokumenter Watchdoc.

Namanya makin dikenal luas setelah merilis film dokumenter Sexy Killers pada 2019, yang membahas kaitan industri batu bara dengan elite politik Indonesia. 

Film itu viral dan memicu diskusi nasional menjelang Pemilu 2019.

Pada 2024, Dandhy kembali menjadi sorotan lewat dokumenter “Dirty Vote” yang membahas isu dugaan penyalahgunaan kekuasaan dalam Pemilu 2024.

Kini, ia kembali ramai diperbincangkan karena film dokumenter Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita yang digarap bersama Cypri Paju Dale. 

Film ini menyoroti dampak proyek strategis nasional di Papua Selatan terhadap masyarakat adat, lingkungan, dan budaya lokal.

Judul Pesta Babi diambil dari tradisi adat Papua yang menjadikan babi sebagai simbol sosial dan spiritual penting.

Dokumenter tersebut diproduksi bersama Watchdoc dan sejumlah organisasi seperti Greenpeace Indonesia dan Jubi Media. 

Penayangannya dilakukan melalui pemutaran komunitas atau nobar di berbagai kota, bukan lewat bioskop komersial maupun platform streaming umum.

Beberapa karya penting Dandhy Laksono:

  • Sexy Killers
  • Dirty Vote
  • Jakarta Unfair
  • Samin vs Semen
  • Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita
  • Seri dokumenter “Ekspedisi Indonesia Biru”

Biodata Singkat

Baca Juga  PGI Soroti Dampak Sosial dan Ekologis, Tolak PSN di Papua

Nama lengkap: Dandhy Dwi Laksono

Nama panggilan: Dandhy

Tempat lahir: Lumajang, Jawa Timur

Tanggal lahir: 29 Juni 1976

Profesi: Jurnalis investigatif, sutradara, produser film dokumenter, aktivis media

Pasangan: Irna Gustiawati

Rumah produksi: Watchdoc

Latar Belakang Pendidikan: S1 Hubungan Internasional, Universitas Padjadjaran, Bandung. 

Pendidikan nonformal:

  • Ohio University Internship Program on Broadcast Journalist Covering Conflict, Amerika Serikat (2007)
  • British Council Broadcasting Program, London (2008).

Akun resmi dan kanal karya:

Instagram: @dandhy_laksono

YouTube Watchdoc: Watchdoc Documentary

Website resmi: Watchdoc Indonesia

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini