Jakarta, Sinata.id – Pesta Babi, sebuah film dokumenter karya Dandhy Laksono, viral.
Bukan karena tayangannya di bioskop-bioskop atau televisi. Tapi karena pelarangan aparat terhadap pemutaran film ini.
Film yang berbicara soal kondisi Papua itu, diputar terbatas di komunitas-komunitas.
Tapi justru dibubarkan oleh aparat di sejumlah daerah.
Teranyar aparat TNI membubarkan kegiatan nonton bareng (nobar) film dokumenter Pesta Babi di Pendopo Benteng Oranje, Ternate, Maluku Utara, Jumat (8/5/2026) malam.
Komandan Kodim (Dandim) 1501/Ternate Letkol Inf Jani Setiadi mengatakan, pembubaran dilakukan karena film tersebut dinilai menuai banyak penolakan dan dianggap bersifat provokatif oleh sebagian masyarakat.`
Siapakah Dandhy Laksono?
Dandhy Laksono adalah jurnalis investigatif, aktivis, dan pembuat film dokumenter asal Indonesia yang dikenal lewat karya-karya bertema lingkungan, demokrasi, konflik agraria, dan hak masyarakat adat.
Ia lahir pada 29 Juni 1976 dan merupakan pendiri rumah produksi dokumenter Watchdoc.
Namanya makin dikenal luas setelah merilis film dokumenter Sexy Killers pada 2019, yang membahas kaitan industri batu bara dengan elite politik Indonesia.
Film itu viral dan memicu diskusi nasional menjelang Pemilu 2019.
Pada 2024, Dandhy kembali menjadi sorotan lewat dokumenter “Dirty Vote” yang membahas isu dugaan penyalahgunaan kekuasaan dalam Pemilu 2024.
Kini, ia kembali ramai diperbincangkan karena film dokumenter Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita yang digarap bersama Cypri Paju Dale.
Film ini menyoroti dampak proyek strategis nasional di Papua Selatan terhadap masyarakat adat, lingkungan, dan budaya lokal.
Judul Pesta Babi diambil dari tradisi adat Papua yang menjadikan babi sebagai simbol sosial dan spiritual penting.
Dokumenter tersebut diproduksi bersama Watchdoc dan sejumlah organisasi seperti Greenpeace Indonesia dan Jubi Media.
Penayangannya dilakukan melalui pemutaran komunitas atau nobar di berbagai kota, bukan lewat bioskop komersial maupun platform streaming umum.
Beberapa karya penting Dandhy Laksono:
- Sexy Killers
- Dirty Vote
- Jakarta Unfair
- Samin vs Semen
- Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita
- Seri dokumenter “Ekspedisi Indonesia Biru”
Biodata Singkat
Nama lengkap: Dandhy Dwi Laksono
Nama panggilan: Dandhy
Tempat lahir: Lumajang, Jawa Timur
Tanggal lahir: 29 Juni 1976
Profesi: Jurnalis investigatif, sutradara, produser film dokumenter, aktivis media
Pasangan: Irna Gustiawati
Rumah produksi: Watchdoc
Latar Belakang Pendidikan: S1 Hubungan Internasional, Universitas Padjadjaran, Bandung.
Pendidikan nonformal:
- Ohio University Internship Program on Broadcast Journalist Covering Conflict, Amerika Serikat (2007)
- British Council Broadcasting Program, London (2008).
Akun resmi dan kanal karya:
Instagram: @dandhy_laksono
YouTube Watchdoc: Watchdoc Documentary
Website resmi: Watchdoc Indonesia










Jadilah yang pertama berkomentar di sini