Pematangsiantar, Sinata.id – Burung kareo padi (Amaurornis phoenicurus) atau yang dikenal masyarakat sebagai burung ruak-ruak memiliki nilai ekonomi dan kuliner yang cukup tinggi, khususnya di Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara (Sumut).
Daging burung ini telah lama dikenal sebagai kuliner legendaris yang banyak diminati wisatawan maupun masyarakat lokal karena cita rasanya yang khas.
Peneliti dari Pusat Riset Zoologi Terapan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Widya Pintaka Bayu Putra, mengungkap hasil penelitiannya mengenai potensi burung kareo padi sebagai sumber produksi daging di Indonesia.
Dalam pemaparannya berjudul “Potensi Burung Kareo Padi (Amaurornis phoenicurus) untuk Produksi Daging di Indonesia”, Bayu menyebut daging burung kareo padi memiliki profil nutrisi yang menarik, terutama kandungan glutamat yang cukup tinggi.
Glutamat merupakan salah satu asam amino yang berperan menciptakan rasa gurih pada makanan.
“Tingginya kandungan asam glutamat dan asam lemak tertentu memberikan gambaran mengapa daging burung kareo padi memiliki cita rasa khas dan diminati sebagai bahan pangan fungsional maupun kuliner tradisional,” ujar Bayu dalam webinar Sharing Session Zoopedia Series #18 Kelompok Riset Domestikasi dan Pemuliaan Hewan Tropis yang digelar secara hybrid di Kawasan Sains dan Teknologi Soekarno, Cibinong.
Kandungan Asam Lemak Tinggi
Bayu menjelaskan, dibandingkan dengan beberapa jenis unggas lain seperti ayam, burung puyuh, pheasant, dan partridge, daging burung kareo padi memiliki kandungan asam lemak palmitic dan saturated fatty acid (SFA) yang lebih tinggi.
Selain itu, hasil penelitian juga menemukan kandungan glutamat pada daging burung kareo padi mencapai 0,48 persen.
Menurutnya, berdasarkan pengujian sampel, terdapat 33 jenis asam lemak yang terdeteksi pada daging burung tersebut.
“Komposisi asam lemak seperti palmitic, stearic, elaidic, dan linoleic menunjukkan angka yang cukup tinggi,” jelas Bayu yang juga merupakan peraih gelar Doktor Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan dari Institut Pertanian Bogor.
Potensi Kuliner Tradisional
Di Pematangsiantar, burung kareo padi dikenal luas sebagai salah satu sajian kuliner tradisional yang memiliki penggemar tersendiri. Cita rasanya yang gurih membuat olahan burung ini kerap diburu pecinta kuliner khas Sumut.
Penelitian tersebut diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan potensi burung kareo padi sebagai sumber pangan alternatif sekaligus mendukung pengelolaan satwa secara berkelanjutan. (A02)










Jadilah yang pertama berkomentar di sini