Info Market CPO
🗓 Update: Rabu, 13 Mei 2026 |18:41 WIB |Volume: 0.5K • 0.5K • 0.2K • 2.6K DMI • DMI • LOCO PARINDU • FOB PALOPO
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
14975 14918 (AGM) 14907 (PAA) 15100 EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
14975 14918 (AGM) 14907 (PAA) 15100 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14535 14399 (MNA) 14400 (PBI) 14750 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K · FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi transaksi DMI Persaingan harga masih cukup kompetitif antar bidder Tender LOCO PARINDU berakhir WD Tender FOB PALOPO belum terdapat bidder
👥Sumber: Internal Market CPO
Model
Wisata & Kuliner

Peneliti BRIN Bongkar Rahasia Gurih Burung Ruak-Ruak Khas Pematangsiantar

peneliti brin bongkar rahasia gurih burung ruak-ruak khas pematangsiantar
Masakan daging Burung Kareo Padi atau burung ruak ruak. (lazada)

Pematangsiantar, Sinata.id – Burung kareo padi (Amaurornis phoenicurus) atau yang dikenal masyarakat sebagai burung ruak-ruak memiliki nilai ekonomi dan kuliner yang cukup tinggi, khususnya di Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara (Sumut).

Daging burung ini telah lama dikenal sebagai kuliner legendaris yang banyak diminati wisatawan maupun masyarakat lokal karena cita rasanya yang khas.

Advertisement

Peneliti dari Pusat Riset Zoologi Terapan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Widya Pintaka Bayu Putra, mengungkap hasil penelitiannya mengenai potensi burung kareo padi sebagai sumber produksi daging di Indonesia.

Dalam pemaparannya berjudul “Potensi Burung Kareo Padi (Amaurornis phoenicurus) untuk Produksi Daging di Indonesia”, Bayu menyebut daging burung kareo padi memiliki profil nutrisi yang menarik, terutama kandungan glutamat yang cukup tinggi.

Baca Juga  BRIN: Indonesia Gagal Total Mitigasi Bencana, Tak Pernah Belajar dari Sejarah

Glutamat merupakan salah satu asam amino yang berperan menciptakan rasa gurih pada makanan.

“Tingginya kandungan asam glutamat dan asam lemak tertentu memberikan gambaran mengapa daging burung kareo padi memiliki cita rasa khas dan diminati sebagai bahan pangan fungsional maupun kuliner tradisional,” ujar Bayu dalam webinar Sharing Session Zoopedia Series #18 Kelompok Riset Domestikasi dan Pemuliaan Hewan Tropis yang digelar secara hybrid di Kawasan Sains dan Teknologi Soekarno, Cibinong.

Kandungan Asam Lemak Tinggi

Bayu menjelaskan, dibandingkan dengan beberapa jenis unggas lain seperti ayam, burung puyuh, pheasant, dan partridge, daging burung kareo padi memiliki kandungan asam lemak palmitic dan saturated fatty acid (SFA) yang lebih tinggi.

Baca Juga  Ular Mematikan Muncul dari Toilet BRIN, Penampakannya Bikin Merinding

Selain itu, hasil penelitian juga menemukan kandungan glutamat pada daging burung kareo padi mencapai 0,48 persen.

Menurutnya, berdasarkan pengujian sampel, terdapat 33 jenis asam lemak yang terdeteksi pada daging burung tersebut.

“Komposisi asam lemak seperti palmitic, stearic, elaidic, dan linoleic menunjukkan angka yang cukup tinggi,” jelas Bayu yang juga merupakan peraih gelar Doktor Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan dari Institut Pertanian Bogor.

Potensi Kuliner Tradisional

Di Pematangsiantar, burung kareo padi dikenal luas sebagai salah satu sajian kuliner tradisional yang memiliki penggemar tersendiri. Cita rasanya yang gurih membuat olahan burung ini kerap diburu pecinta kuliner khas Sumut.

Penelitian tersebut diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan potensi burung kareo padi sebagai sumber pangan alternatif sekaligus mendukung pengelolaan satwa secara berkelanjutan. (A02)

Baca Juga  Ijazah Jokowi: Roy Suryo cs Desak Uji Forensik Independen di UI dan BRIN

 

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini