Info Market CPO
🗓 Update: Selasa, 5 Mei 2026 |14:54 WIB |Volume: 0.5K • 0.3K • 0.2K DMI • LOCO NGABANG • LOCO PARINDU • LOCO KEMBAYAN • LOCO LUWU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
15260 14693 14800 15275 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
15100 14693 14800 15275 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K · LOCO KEMBAYAN
15075 14693 14700 15175 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi pada transaksi DMI
  • Segmen LOCO masih dalam tekanan harga
  • Belum ada transaksi pada beberapa titik lokasi
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
Nasional

KontraS Duga Penyerangan Andrie Yunus Bagian Operasi Intelijen Terstruktur Libatkan Banyak Pelaku

kontras duga penyerangan andrie yunus bagian operasi intelijen terstruktur libatkan banyak pelaku
Aktivis KontraS Andrie Yunus. (istimewa)

Jakarta, Sinata.id – Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) menduga kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Andrie Yunus merupakan bagian dari operasi intelijen yang terorganisasi dan dilakukan secara sistematis.

Dugaan tersebut disampaikan Koordinator Badan Pekerja KontraS, Dimas Bagus Arya, dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi III DPR di Senayan, Jakarta, Selasa (31/3/2026). Ia menilai sejak awal terdapat pola yang menunjukkan keterlibatan lebih dari satu pihak dalam insiden tersebut.

Advertisement

Menurut Dimas, hasil investigasi awal tim advokasi menemukan indikasi kuat adanya keterlibatan banyak individu dalam aksi penyerangan. Berdasarkan analisis rekaman CCTV serta pengumpulan bukti melalui metode intelijen terbuka, setidaknya terdapat 16 orang yang diduga terlibat.

Baca Juga  Cabut Izin 28 Perusahaan Dinilai Tak Cukup, DPR Desak Pemerintah Jelaskan Pemulihan Ekologis

Ia menjelaskan bahwa jumlah pelaku yang cukup besar serta pola pergerakan yang terstruktur menunjukkan adanya rangkaian tindakan yang telah dirancang sebelumnya. Dalam temuan internal, KontraS bahkan menyebut operasi tersebut memiliki sandi khusus, yakni “Sadang”.

Dugaan Operasi Terencana

KontraS mengungkap bahwa dugaan operasi ini diawali dengan tahap penguntitan dan pemantauan terhadap korban. Aktivitas tersebut dilakukan oleh sejumlah pihak tak dikenal yang kemudian diidentifikasi sebagai bagian dari rangkaian aksi.

Dimas menyebut, informasi yang dihimpun menunjukkan bahwa Andrie Yunus bukan satu-satunya target dalam operasi tersebut. Hal ini semakin memperkuat dugaan adanya perencanaan matang sebelum aksi dilakukan.

Perkembangan Penanganan Kasus

Sebelumnya, Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI menyatakan bahwa empat prajurit dari Badan Intelijen Strategis (Bais) TNI diduga terlibat dalam kasus ini. Keempatnya berinisial NDP, SL, BHW, dan ES.

Baca Juga  Dukung PP Tunas, Menag Tekankan Pentingnya Etika dan Agama di Dunia Digital

Komandan Puspom TNI, Mayor Jenderal TNI Yusri Nuryanto, menyebut para terduga pelaku berasal dari satuan Denma Bais TNI yang mencakup unsur Angkatan Laut dan Angkatan Udara. Saat ini, mereka telah diamankan dan masih menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut.

Langkah Internal TNI

Sebagai bagian dari tindak lanjut, TNI juga melakukan pergantian jabatan Kepala Badan Intelijen Strategis (Kabais). Langkah ini disebut sebagai bentuk tanggung jawab institusi atas kasus yang mencuat ke publik.

Kepala Pusat Penerangan TNI, Mayjen Aulia Dwi Nasrullah, menyampaikan bahwa pergantian jabatan tersebut telah dilaksanakan sebagai respons terhadap kasus yang melibatkan oknum anggota Bais TNI.

Sorotan Publik

Kasus penyerangan terhadap Andrie Yunus kini menjadi perhatian luas, terutama terkait dugaan keterlibatan aparat dan kemungkinan adanya operasi terstruktur. Sejumlah pihak mendesak agar proses hukum dilakukan secara transparan dan tuntas.

Baca Juga  CPNS 2026 Kapan Dibuka? Ini Sinyal Pemerintah soal Formasi ASN

KontraS menegaskan akan terus mengawal kasus ini hingga seluruh pihak yang terlibat, termasuk aktor intelektual di baliknya, dapat diungkap secara jelas.

Perkembangan lebih lanjut dari penyelidikan masih dinantikan, sementara publik berharap keadilan dapat ditegakkan dalam kasus yang menyita perhatian nasional ini.

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini