Pekalongan, Sinata.id – Arus balik Lebaran di jalur pantura Kota Pekalongan mengalami peningkatan signifikan. Kepadatan kendaraan terlihat di sejumlah titik, termasuk di sekitar Masjid Al-Fairus yang menjadi lokasi favorit pemudik untuk beristirahat.
Di tengah ramainya arus kendaraan, para penyuluh agama hadir memberikan layanan bagi pemudik yang singgah. Mereka membantu mengatur arus kunjungan sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban di area masjid.
Kepala Seksi Bimas Islam Kota Pekalongan, Arifudin, menyebut sebanyak 35 penyuluh diterjunkan dalam pelayanan ini. Mereka tergabung dalam Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia dan bertugas hampir 24 jam secara bergiliran.
Selain membantu pengaturan pemudik, para petugas juga melayani kebutuhan administrasi, termasuk pendataan pengunjung. Seluruh layanan berjalan lancar berkat koordinasi antarpetugas di lapangan.
Masjid yang berada di jalur strategis ini setiap hari melayani sekitar 300 pemudik. Tingginya jumlah pengunjung membuat peran penyuluh dan pengurus masjid menjadi krusial dalam menjaga kenyamanan.
Berbagai fasilitas disediakan untuk menunjang kebutuhan pemudik. Mulai dari layanan kesehatan, cukur rambut, pijat, hingga servis kendaraan tersedia di lokasi.
Area istirahat yang luas serta fasilitas toilet terpisah juga menjadi daya tarik bagi para pelintas yang membutuhkan jeda sebelum melanjutkan perjalanan.
Kasubdit Penyuluh Agama Islam, Jamaludin Marky, mengapresiasi keterlibatan aktif para penyuluh dalam pelayanan arus balik.
Menurutnya, kehadiran penyuluh agama tidak hanya sebatas pembinaan keagamaan, tetapi juga memberi manfaat langsung bagi masyarakat.
Ia berharap kolaborasi antara penyuluh, pengurus masjid, dan berbagai pihak terus diperkuat agar pelayanan kepada pemudik semakin optimal.
Keberadaan Masjid Al-Fairus pun diharapkan menjadi tempat singgah yang nyaman, sehingga pemudik dapat melanjutkan perjalanan dengan aman hingga ke tujuan. (A18)
Sumber: Situs Kemenag









Jadilah yang pertama berkomentar di sini