Info Market CPO
🗓 Update: Rabu, 13 Mei 2026 |18:41 WIB |Volume: 0.5K • 0.5K • 0.2K • 2.6K DMI • DMI • LOCO PARINDU • FOB PALOPO
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
14975 14918 (AGM) 14907 (PAA) 15100 EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
14975 14918 (AGM) 14907 (PAA) 15100 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14535 14399 (MNA) 14400 (PBI) 14750 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K · FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi transaksi DMI Persaingan harga masih cukup kompetitif antar bidder Tender LOCO PARINDU berakhir WD Tender FOB PALOPO belum terdapat bidder
👥Sumber: Internal Market CPO
Model
Ekonomi & Bisnis

Iman Rachman Lepas Jabatan Dirut BEI Usai Gejolak IHSG

iman rachman lepas jabatan dirut bei usai gejolak ihsg
Iman Rachman. (detik)

Jakarta, Sinata.id – Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Iman Rachman, secara resmi mengumumkan pengunduran dirinya dari jabatan pimpinan bursa.

Keputusan tersebut diambil sebagai bentuk tanggung jawab atas kondisi pasar modal Indonesia yang mengalami tekanan dalam beberapa hari terakhir.

Advertisement

Pernyataan pengunduran diri disampaikan langsung oleh Iman kepada awak media di Media Center BEI, Jakarta, pada Jumat. Ia menegaskan bahwa keputusan tersebut bersifat final dan tidak disertai sesi tanya jawab.

“Sebagai Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, dan sebagai bentuk tanggung jawab saya atas peristiwa yang terjadi dalam dua hari terakhir, saya menyatakan mengundurkan diri dari jabatan Direktur Utama BEI,” ujar Iman.

Baca juga:IHSG Terjun Bebas, Trading Halt Kembali Terjadi di Tengah Tekanan Jual

Baca Juga  RI Longgarkan Pajak Digital untuk AS

Meski demikian, Iman berharap pengunduran dirinya dapat memberikan dampak positif bagi stabilitas dan kepercayaan pasar modal nasional ke depan.

“Saya berharap keputusan ini merupakan langkah terbaik bagi pasar modal Indonesia, sehingga ke depan kondisinya dapat menjadi lebih baik,” lanjutnya.

Iman juga menyinggung pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang menunjukkan penguatan pada perdagangan pagi hari. Ia berharap tren positif tersebut dapat berlanjut dalam beberapa hari mendatang.

“Mudah-mudahan penguatan indeks yang terjadi pagi ini dapat terus berlanjut pada hari-hari berikutnya,” katanya.

Terkait proses administrasi pascapengunduran diri, Iman menjelaskan bahwa seluruh tahapan akan dijalankan sesuai ketentuan Anggaran Dasar (AD) BEI.

Baca juga:IHSG Anjlok hingga 7,35%, Menkeu Purbaya Ungkap Peran MSCI dan Praktik Goreng Saham

Baca Juga  IHSG Anjlok ke Level 7.200, Bursa Asia Tertekan dan Seluruh Sektor Saham Melemah

“Seluruh proses administrasi akan mengikuti ketentuan anggaran dasar. Nantinya akan ditunjuk Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama hingga ditetapkan Direktur Utama definitif,” jelasnya.

Pada perdagangan Jumat pagi (30/01), IHSG dibuka menguat 88,88 poin atau 1,08 persen, sehingga berada di level 8.321,08.

Profil Singkat Iman Rachman

Iman Rachman resmi menjabat sebagai Direktur Utama BEI melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 29 Juni 2022. Ia dikenal sebagai profesional dengan pengalaman panjang di sektor pasar modal dan keuangan.

Kariernya dimulai sebagai Manajer di PT Danareksa Sekuritas pada periode 1998–2003. Selanjutnya, ia mengemban jabatan Direktur Investment Banking di PT Mandiri Sekuritas selama 13 tahun (2003–2016).

Baca Juga  Bahlil Klaim Indonesia Peringkat Kedua Ketahanan Energi Dunia Versi JP Morgan

Baca juga:Awal Tahun Langsung Panas, IHSG Pecah Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah

Pengalaman di bidang keuangan korporasi membawanya menjabat sebagai Direktur Keuangan Pelindo II (2016–2018) dan Pelindo III (2018–2019). Sebelum memimpin BEI, Iman sempat menjabat sebagai Direktur Utama PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) pada 2019–2020 serta Direktur Strategi, Portofolio, dan Pengembangan Usaha PT Pertamina (Persero) pada 2020–2022.

Dari sisi pendidikan, Iman merupakan lulusan Sarjana Ekonomi Universitas Padjadjaran (1995) dan meraih gelar Master of Business Administration (MBA) bidang Keuangan dari Leeds University Business School pada 1997. (A02)

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini