Info Market CPO
🗓 Update: Selasa, 5 Mei 2026 |14:54 WIB |Volume: 0.5K • 0.3K • 0.2K DMI • LOCO NGABANG • LOCO PARINDU • LOCO KEMBAYAN • LOCO LUWU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
15260 14693 14800 15275 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
15100 14693 14800 15275 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K · LOCO KEMBAYAN
15075 14693 14700 15175 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi pada transaksi DMI
  • Segmen LOCO masih dalam tekanan harga
  • Belum ada transaksi pada beberapa titik lokasi
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
Nasional

Program Hilirisasi Pertanian Ditargetkan Buka 1,6 Juta Lapangan Kerja

program hilirisasi pertanian ditargetkan buka 1,6 juta lapangan kerja
Amran Sulaiman. dok Setpres

Jakarta, Sinata.id – Pemerintah secara agresif mendorong hilirisasi sektor pertanian untuk menciptakan nilai tambah hingga triliunan rupiah, membuka jutaan lapangan kerja, dan mempercepat pemerataan kesejahteraan. Langkah strategis ini ditegaskan langsung oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman usai menghadiri rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka.

Added value-nya harus ada di Indonesia. Dengan hilirisasi, kita bisa membuka lapangan kerja, menekan kemiskinan, meningkatkan kesejahteraan, dan mengurangi pengangguran,” tegas Amran dalam pernyataannya, Kamis (9/10/2025).

Advertisement

Amran menyoroti potensi ekonomi luar biasa dari hilirisasi komoditas kelapa. Ia menjelaskan bahwa pengolahan kelapa dalam menjadi produk turunan seperti Virgin Coconut Oil (VCO) dan coconut milk bisa melambungkan nilai jual secara drastis.

Baca Juga  Pembentukan Kementerian Haji dan Umrah Segera Direalisasikan

“VCO harganya bisa naik 100 kali lipat. Secara rata-rata, potensinya bisa mencapai 2.400 triliun. Katakanlah separuhnya saja, yakni 1.200 triliun devisa. Itu baru dari kelapa,” papar Amran, dikutip dari Setkab.go.id

Selain kelapa, pemerintah tidak main-main dengan komoditas andalan lainnya. Gambir, yang selama ini menyuplai 80% kebutuhan dunia, akan dihilirisasi untuk bahan baku seperti tinta pemilu dan keperluan rumah tangga. Untuk komoditas sawit yang dikuasai pemerintah, Tandan Buah Segar (TBS) akan diolah menjadi biofuel, minyak goreng, margarin, dan mentega.

“Kami melakukan akselerasi hilirisasi kakao, mente, kelapa dalam, lada, dan lain-lain. Untuk kelapa dalam saja, produksi naik dari 29 juta ton tahun lalu menjadi 33 juta ton,” imbuhnya.

Baca Juga  Wacana Pajak Kapal di Selat Malaka Muncul, Pemerintah Tegaskan Tak Akan Berlakukan Tarif Pelayaran

Untuk mendukung program tersebut, pemerintah mengoptimalkan anggaran sebesar Rp9,95 triliun guna mendukung pengembangan perkebunan dan hortikultura. Bantuan langsung akan diberikan kepada para petani.

“Kita akan berikan benih dan bibit secara gratis untuk kakao, kopi, kelapa dalam, mente, dan pala, seluas kurang lebih 800 ribu hektare di seluruh Indonesia. Program ini ditargetkan dapat membuka 1,6 juta lapangan kerja dalam waktu paling lambat dua tahun,” pungkas Amran. (A58)

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini