Info Market CPO
🗓 Update: Selasa, 5 Mei 2026 |14:54 WIB |Volume: 0.5K • 0.3K • 0.2K DMI • LOCO NGABANG • LOCO PARINDU • LOCO KEMBAYAN • LOCO LUWU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
15260 14693 14800 15275 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
15100 14693 14800 15275 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K · LOCO KEMBAYAN
15075 14693 14700 15175 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi pada transaksi DMI
  • Segmen LOCO masih dalam tekanan harga
  • Belum ada transaksi pada beberapa titik lokasi
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
News

Tidur hingga Mengisap Ganja Bersama, SYA Masih Tega Habisi Sahabat Sendiri Gara-Gara Terlilit Utang

seorang mahasiswa uma medan tewas dibunuh sahabatnya sendiri setelah keduanya mengisap ganja bersama bahkan tidur searah.
Seorang mahasiswa UMA Medan tewas dibunuh sahabatnya sendiri setelah keduanya mengisap ganja bersama bahkan tidur searah. (Dok. Polrestabes Medan)

Sinata.id – Sebuah ironi kelam mengoyak nilai persahabatan di Dusun IV Marindal II, Patumbak. Bonio Raja Gadja (18), mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Medan Area (UMA), ditemukan tewas di rumahnya. Publik terperanjat karena pelakunya adalah sahabat dekatnya sendiri, orang yang beberapa jam sebelumnya masih mengisap ganja dan tidur searah bersama korban.

Pelaku, Muhammad Rasya Hasibuan atau SYA (19), ditangkap sebagai tersangka tunggal pembunuhan berencana yang dilakukan dengan cara cukup sadis.

Advertisement

Jasad korban diseret, rumah dikunci, bahkan pelaku kemudian kabur membawa sepeda motor milik korban.

Mereka berdua dikenal berteman sejak kecil, tumbuh di lingkungan yang sama, bahkan kembali akrab setelah Bonio pulang dari Medan.

Namun pada malam yang seharusnya menjadi pertemuan dua kawan lama itu, justru menjadi detik-detik pengkhianatan paling keji.

Baca Juga  Meski Dilarang Pengadilan, Kereta Odong-odong Tetap Beroperasi di Siantar

Baca Juga: Mahasiswa UMA Medan Tewas di Tangan Teman Sendiri Usai “Nyimeng” Bareng

Teman Nongkrong, Nyimeng Bareng, Tidur Searah

Informasi yang dihimpun, keduanya terakhir kali bertemu pada Rabu (12/11/2025) sore.

Setelah membeli ganja seharga Rp10 ribu, mereka menghisapnya bersama di rumah korban sambil berbincang santai.

Usai “nyimeng”, keduanya memutuskan beristirahat, Bonio tidur di ranjang atas, SYA berbaring di bawahnya, searah posisi tubuh.

Tak ada yang menyangka, orang yang tidur hanya beberapa sentimeter dari korban itu justru menyimpan niat jahat.

Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dr. Jean Calvijn Simanjuntak, menjelaskan bahwa motivasi tersangka sangat dangkal tetapi mematikan, karena tekanan cicilan sepeda motor.

“Pelaku mengakui motifnya terkait cicilan motor. Ia merencanakan pembunuhan sekaligus pencurian,” ungkap Calvijn.

Baca Juga: Jejak Dwinanda Linchia Levi hingga AKBP Basuki Buka Suara soal Kematian Dosen Cantik Untag

Baca Juga  Kisah Pria Talun Kondot: Curi Motor di Simalungun, Jualnya di Siantar

Kawan Jadi Korban, Persahabatan Diakhiri Linggis dan Gunting

Sekitar pukul 00.30 WIB, ketika korban sudah terlelap, SYA bangkit perlahan.

Senjata berupa gunting dan linggis telah ia sembunyikan sebelumnya.

Dalam keadaan gelap dan korban yang tak bisa melawan, ia menyerang berulang kali.

Proses kekerasan itu berlangsung hampir dua jam, hingga ia memastikan Bonio tidak lagi bernapas.

Usai menghentikan nyawa sahabatnya sendiri, pelaku menyeret tubuh korban ke kamar, merampas motor Honda Vario, dompet, dan ponsel.

Pintu rumah ditutup, gerbang dikunci, dan ia kabur ke Tanjung Balai sambil membuang sebagian alat bukti di perjalanan.

Baca Juga: Kondisi Jenazah Dosen Untag Dinilai Janggal, Ada Bercak Darah di Bagian Intim

Baca Juga  Aura Cinta Tolak Bantuan Dedi Mulyadi, Malah Minta Wisuda Sekolah Tak Dihapus

Kakak Curiga, Rumah Berantakan, Jasad Ditemukan

Kecurigaan muncul ketika keluarga dari Humbang Hasundutan menghubungi kakak korban, Diva, karena Bonio tak memberi kabar sejak Kamis.

Saat tiba di rumah, Diva menemukan kondisi berantakan dan adiknya sudah tak bernyawa dengan luka parah.

Polisi melakukan olah TKP dan memburu pelaku. Koordinasi tim Satreskrim Polrestabes Medan dan Polsek Patumbak akhirnya membuahkan hasil, SYA ditangkap saat hendak kembali ke Marindal II.

Pengkhianatan Paling Kejam

Dalam konferensi pers, Kapolrestabes Medan menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban.

“Korban dan pelaku berteman dekat, bahkan tidur bersama sebelum kejadian,” tegas Calvijn.

Konferensi pers turut dihadiri Kasat Reskrim AKBP Bayu Putro Wijayanto, Kasi Propam AKP Natal Fernando Saragih, Kapolsek Patumbak Kompol Daulat Simamora, dan jajaran penyidik lainnya. [dfb]

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini