Info Market CPO
🗓 Update: Rabu, 13 Mei 2026 |18:41 WIB |Volume: 0.5K • 0.5K • 0.2K • 2.6K DMI • DMI • LOCO PARINDU • FOB PALOPO
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
14975 14918 (AGM) 14907 (PAA) 15100 EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
14975 14918 (AGM) 14907 (PAA) 15100 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14535 14399 (MNA) 14400 (PBI) 14750 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K · FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi transaksi DMI Persaingan harga masih cukup kompetitif antar bidder Tender LOCO PARINDU berakhir WD Tender FOB PALOPO belum terdapat bidder
👥Sumber: Internal Market CPO
Model
Simalungun

Terduga Maling Sawit Meninggal, Pihak Perkebunan Bantah Lakukan Penganiayaan

terduga maling sawit meninggal, pihak perkebunan bantah lakukan penganiayaan
Ilustrasi

Simalungun, Sinata.id – Boni, pria berusia 40 tahun meninggal setelah diamankan pihak keamanan  PTPN IV Regional II Kebun Bah Jambi. Belum diketahui pasti penyebab kematian Boni.

Informasi dihimpun dari warga, Senin 22 September 2025 malam. Kejadian bermula saat Boni diduga melakukan pencurian di Blok 61, Afdeling 2, Nagori Mekar Bahalat, Kecamatan Jawa Maraja Bah Jambi, Kabupaten Simalungun pada Senin sekira pukul 02.00 WIB.

Advertisement

Saat menjalankan aksinya, Boni kepergok petugas kemananan kebun. Saat itu, petugas mengarahkan senter ke arah Boni. Boni yang panik, kemudian berlari, lalu terjatuh.

“Karena diterangi pake senter, Boni itu lari terus terjatuh. Karena terjatuh, dibawa lah sama petugas keamanan. Tapi begitu sampai kantor kebun, kondisinya pingsan, terus dibawa ke Puskesbun terus dilarikan lagi ke Rumah Sakit Tiara. Di sana Boni ini meninggal,” kata D Saragih yang dihubungi awak media.

Baca Juga  Biaya Urus SIM C di Polres Simalungun Dibanderol Rp450 Ribu

Ia menambahkan, Boni ini seminggu terakhir mengalami stroke ringan. “Ku dengar-dengar memang dia (Boni, red) kena stroke ringan, mungkin karena kecapekan dikejar Provider (petugas keamanan kebun, red) dia jatuh makanya sampai pingsan. Mungkin pembuluh darahnya pecah,” ujarnya memperkirakan.

Sementara itu, Asisten Personalia Kebun (APK) Bah Jambi, Vincen Nadeak yang dihubungi membenarkan kejadian itu. Namun pihaknya membantah terkait beredarnya informasi bahwa petugas keamanan melakukan penganiayaan terhadap Boni.

“Iya bang, tadi malam kejadiannya. Yang saya tau, dia memang memiliki riwayat penyakit stroke. Mungkin karena dipaksakan lari karena kepergok, makanya penyakitnya tambah parah. Sesuai SOP (Standard Operating Procedure, atau dalam bahasa Indonesia berarti Prosedur Operasional Standar) ketika ada yang melakukan pencurian harus kita amankan,” kata Vincen.

Baca Juga  Maltus Hutagalung Dilantik sebagai PPAT Simalungun

Sebut Vincen, semula pihaknya tidak mengetahui kalau Boni memiliki riwayat penyakit. “Begitu kondisinya gak memungkinkan, makanya kita bawa ke Rumah Sakit. Kalau soal meninggal karena dianiaya itu gak benar, bahkan ada juga yang bilang kalau almarhum meninggal ditangan Korkam (Kordinator Keamanan, red). Padahal tadi malam Korkam ditugaskan menjaga di kantor,” ungkapnya.

Kanit Reskrim Polsek Tanah Jawa, Iptu Fritsel G Sitohang telah menerima informasi tersebut. Pihaknya masih melakukan pendalaman terkait kasus ini. “Iya, uda dapat info juga terkait hal itu. Kita masih meriksa saksinya,” katanya singkat. (SN11).

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini