Simalungun, Sinata.id – Sejumlah warga Kabupaten Simalungun menyoroti kondisi jalan rusak di berbagai wilayah setelah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun disebut memberikan bantuan sebesar Rp25 miliar kepada Aceh.
Masyarakat menilai hingga pertengahan tahun 2026 belum terlihat langkah serius pemerintah daerah dalam memperbaiki infrastruktur jalan yang selama ini dikeluhkan warga.
Warga Simalungun, A. Sinaga, mengatakan keluhan terkait jalan rusak sudah lama disampaikan masyarakat, namun hingga kini belum menunjukkan perubahan signifikan.
“Banyak warga mengeluhkan kondisi jalan di sekitar tempat tinggal mereka yang rusak dan belum diperbaiki,” ujarnya, Rabu (13/5/2026).
Pria yang akrab disapa Opung Jenita itu mengaku terkejut ketika mengetahui adanya bantuan dana sebesar Rp25 miliar ke Aceh, sementara banyak jalan di Simalungun dinilai masih memerlukan perhatian.
“Di Simalungun masih banyak jalan yang rusak dan membutuhkan perbaikan. Karena itu masyarakat mempertanyakan prioritas penggunaan anggaran,” katanya.
Menurutnya, dana sebesar Rp25 miliar dinilai dapat dimanfaatkan untuk memperbaiki sejumlah ruas jalan yang rusak selama bertahun-tahun.
“Kalau kondisi jalan di Simalungun sudah baik, tentu masyarakat tidak akan banyak mempertanyakan. Namun saat ini masih banyak warga terdampak akibat jalan rusak,” ucapnya.
Warga juga menyoroti belum terlihatnya program perbaikan jalan pada sistem pengadaan pemerintah daerah hingga pertengahan tahun 2026.
Berdasarkan pantauan pada laman INAPROC SPSE, proyek yang muncul disebut masih didominasi penataan makam dan renovasi rumah dinas.
Warga lainnya, Roni Siahaan, menduga pemerintah daerah masih melakukan perhitungan terkait prioritas pembangunan infrastruktur jalan.
“Mungkin masih dalam tahap menentukan ruas jalan mana yang akan diperbaiki dan mempertimbangkan manfaat pembangunan tersebut,” katanya.
Keluhan mengenai jalan rusak juga ramai disampaikan masyarakat melalui media sosial. Banyak warga mengunggah foto maupun video kondisi jalan yang rusak dan berlubang di sejumlah wilayah Kabupaten Simalungun.
Rohani Saragih menilai persoalan jalan rusak di Simalungun bukanlah masalah baru dan sudah lama menjadi keluhan masyarakat.
“Keluhan soal jalan rusak sudah sering disampaikan, tetapi masyarakat merasa belum ada respons nyata dari pemerintah,” ujarnya.
Ia berharap Pemkab Simalungun segera menunjukkan keseriusan dalam memperbaiki infrastruktur jalan demi keselamatan masyarakat.
“Kami berharap pemerintah segera melakukan perbaikan jalan karena menyangkut keselamatan pengguna jalan,” pungkasnya. (SN19)










Jadilah yang pertama berkomentar di sini