Info Market CPO
🗓 Update: Senin, 4 Mei 2026 |15:05 WIB |Volume: 0.5K • 0.3K • 0.2K DMI • FOB TDUKU • LOCO PARINDU • LOCO KEMBAYAN • LOCO NGABANG • LOCO LUWU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15400 15297 (PAA) 15300 (AGM) 15415 EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15400 15297 (PAA) 15300 (AGM) 15145 EUP ACC
N6 N4 (N6)
Vol: 0.5K · FOB TDUKU
15198 (PRISCOLIN) 15097 (PAA) 15100 (AGM) 15215 PRISCOLIN ACC
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14875 14589 (MNA) 14700 (PBI) 15065 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K · LOCO KEMBAYAN
14850 14589 (MNA) 14600 (PBI) 14965 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
15035 14589 (MNA) 14700 (PBI) 15065 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi pada transaksi DMI
  • PRISCOLIN unggul pada FOB TDUKU
  • Segmen LOCO masih cenderung melemah dan belum merata
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
News

Sherly Annavita Rahmi Diteror setelah Vokal Mengkritik Penanganan Bencana Sumatera

sherly annavita rahmi diteror setelah vokal mengkritik penanganan bencana sumatera dan aceh.
Sherly Annavita diteror setelah vokal mengkritik penanganan bencana Sumatera dan Aceh. (Ist)

Sinata.idTeror yang menyasar influencer Sherly Annavita Rahmi bukan muncul tanpa sebab. Rangkaian intimidasi itu diduga kuat dipicu oleh sikap kritis Sherly terhadap penanganan bencana ekologis di Sumatera, khususnya di Aceh, yang ia suarakan secara terbuka di media sosial dan sejumlah program televisi nasional.

Dalam beberapa kesempatan, Sherly Annavita secara konsisten menyoroti lambannya respons negara, belum ditetapkannya status bencana nasional, serta penderitaan warga terdampak yang dinilai belum tertangani secara menyeluruh.

Advertisement

Kritik tersebut disampaikan dengan narasi kemanusiaan dan data lapangan, namun justru berujung pada tekanan yang semakin intens.

Menurut pengakuan Sherly, eskalasi teror mulai terasa setelah dirinya aktif tampil di ruang publik sebagai representasi suara dari Sumatera.

Sejak saat itu, pesan bernada intimidasi datang silih berganti melalui nomor pribadi dan akun media sosialnya.

Baca Juga: Sherly Annavita Dibungkam Teror dan Telur Busuk

Baca Juga  Gempa Berbeda Karakter Terjadi Beruntun, Ini Penjelasan Ahli Geologi UGM

Dari Kritik Publik ke Ancaman

Awalnya, teror terhadap Sherly hanya berupa serangan verbal di ruang digital.

Namun situasi berubah drastis ketika intimidasi merambah ke dunia nyata.

Rumah tempat Sherly tinggal dilempari telur busuk, mobil pribadinya dicoret cat merah, dan secarik surat ancaman ditemukan di sekitar pagar rumah.

Yang membuat ancaman ini semakin serius, pelaku teror diduga memiliki akses terhadap data pribadi keluarga Sherly.

Dalam salah satu surat, tercantum identitas adiknya yang tinggal bersamanya.

Fakta ini mengindikasikan bahwa teror tidak bersifat spontan, melainkan terencana dan bertujuan menekan secara psikologis.

Sherly menilai pola ancaman tersebut berkaitan langsung dengan keberaniannya mengkritisi kebijakan dan sikap pemerintah dalam merespons bencana Sumatera.

Ia menyebut, intensitas teror meningkat seiring dengan menguatnya sorotan publik terhadap isu yang ia suarakan.

Baca Juga  Rumah dan Mobil Terbakar, Pelatih Golf di Deli Serdang Diduga Jadi Korban Teror OTK

Kritik Dianggap Ancaman

Dikutip dari laman akun Instagram resminya, Selasa (30/12/2025), Sherly Annavita menegaskan bahwa kritik yang ia sampaikan tidak dilandasi kebencian politik atau kepentingan pribadi.

Menurutnya, dorongan utama berbicara adalah kepedulian terhadap korban bencana yang masih hidup dalam kondisi darurat, sementara perhatian negara dinilai belum maksimal.

Namun, perbedaan pandangan itu tampaknya ditafsirkan sebagai ancaman oleh pihak-pihak tertentu.

Alih-alih dijawab dengan klarifikasi atau perbaikan kebijakan, kritik tersebut justru dibalas dengan intimidasi.

Ia juga mengungkap bahwa dirinya bukan satu-satunya yang mengalami hal serupa.

Beberapa influencer dan relawan yang bersuara tentang bencana Sumatera disebut menghadapi tekanan dengan pola hampir sama, mulai dari serangan digital hingga ancaman personal.

Mengulang Pola Lama

Bagi Sherly, teror kali ini mengingatkan pada pengalaman masa lalu.

Ia pernah mengalami tekanan serupa pada 2019, setelah mengkritik wacana pemindahan ibu kota negara.

Baca Juga  Tiga Bulan Pascabanjir Bandang, Anak-Anak Aceh Terpaksa Belajar di Ruko dan Tenda Darurat

Pengalaman tersebut membuatnya meyakini bahwa kritik kebijakan publik masih kerap dibalas dengan cara-cara non-demokratis.

Sherly menilai, teror terhadap dirinya merupakan bentuk pembungkaman terhadap suara kritis, terutama ketika kritik datang dari perspektif daerah dan isu kemanusiaan.

Ia menegaskan bahwa menyampaikan pendapat adalah hak warga negara, bukan tindakan subversif.

Tetap Bersikap Kritis

Meski menghadapi ancaman, Sherly Annavita Rahmi menyatakan tidak akan berhenti bersuara.

Ia meminta pihak di balik teror untuk menghentikan aksinya dan mengingat bahwa intimidasi hanya akan memperburuk iklim demokrasi.

Menurut Sherly, penyebab utama teror yang ia alami adalah keberaniannya membuka ruang diskusi tentang bencana Sumatera secara jujur dan terbuka.

Di tengah rasa takut yang muncul, ia menegaskan satu sikap: kepedulian terhadap kemanusiaan tidak seharusnya dibungkam dengan ancaman. [a46]

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini