Jakarta, Sinata.id – Kabar baik bagi pencinta astronomi. Langit malam sepanjang Mei 2026 akan dipenuhi berbagai fenomena menarik yang sayang untuk dilewatkan.
Mulai dari kemunculan dua kali bulan purnama dalam satu bulan hingga hujan meteor yang dapat disaksikan dengan mata telanjang, seluruh peristiwa ini menjadi momen istimewa bagi para pengamat langit.
Berikut rangkaian fenomena astronomi yang akan terjadi sepanjang Mei 2026:
- Flower Moon (Purnama Bunga)
Fenomena Flower Moon menjadi pembuka di awal Mei. Berdasarkan data dari In The Sky dan EarthSky, fase purnama ini berlangsung sejak akhir 30 April hingga awal 2 Mei 2026.
Menariknya, Flower Moon tahun ini termasuk kategori micro-moon, yaitu ketika Bulan berada di titik terjauh dari Bumi (apogee) dengan jarak sekitar 402.000 kilometer. Akibatnya, ukuran Bulan tampak sedikit lebih kecil, meski tetap bersinar terang.
- Puncak Hujan Meteor Eta-Aquariid
Fenomena berikutnya terjadi pada 6 Mei 2026, saat hujan meteor Eta-Aquariid mencapai puncaknya. Hujan meteor ini berasal dari sisa debu komet Halley.
Waktu terbaik untuk menyaksikannya adalah menjelang fajar. Dalam kondisi langit cerah dan minim polusi cahaya, meteor dapat terlihat melintas dengan kecepatan tinggi dan meninggalkan jejak cahaya yang indah.
- Hujan Meteor Eta-Lyrid
Pada 8 Mei 2026, langit kembali dihiasi hujan meteor Eta-Lyrid. Meski intensitasnya tidak sebesar Eta-Aquariid, fenomena ini tetap menarik untuk diamati, terutama bagi penggemar langit malam yang ingin menikmati suasana lebih tenang.
- Konjungsi Bulan dan Planet
Memasuki pertengahan Mei, akan terjadi beberapa fenomena konjungsi, yakni saat Bulan tampak berdekatan dengan planet-planet di langit.
Rinciannya sebagai berikut:
9 Mei 2026: Fase Bulan perbani akhir
13 Mei 2026: Bulan berdekatan dengan Saturnus
19–20 Mei 2026: Bulan tampak berdampingan dengan Venus dan Jupiter
Fenomena ini menjadi momen menarik untuk fotografi langit karena susunan objek terlihat sejajar dari perspektif Bumi.
- Blue Moon
Fenomena penutup di bulan ini adalah Blue Moon yang terjadi pada 31 Mei 2026. Blue Moon merujuk pada kejadian dua kali bulan purnama dalam satu bulan kalender.
Meski disebut “Blue Moon”, Bulan tidak benar-benar berwarna biru. Pada momen ini, Bulan juga berada cukup jauh dari Bumi sehingga tampak sedikit lebih kecil dibandingkan saat supermoon.
Selain itu, Bulan akan terlihat berdekatan dengan bintang terang Antares di rasi Scorpius, menambah keindahan langit malam.
Tips Menyaksikan Fenomena Langit
Agar pengalaman mengamati langit lebih maksimal, berikut beberapa tips:
Pilih lokasi terbuka dengan minim polusi cahaya
Amati langit pada waktu terbaik, seperti menjelang fajar atau setelah matahari terbenam
Gunakan tripod atau kamera jika ingin mengabadikan momen
Pastikan kondisi cuaca cerah
Fenomena astronomi Mei 2026 menjadi kesempatan langka untuk menikmati keindahan langit secara langsung. Jangan lewatkan setiap momennya dan catat jadwalnya dari sekarang. (A02)







Jadilah yang pertama berkomentar di sini