Seoul, Sinata.id – Serikat pekerja Samsung Electronics di Korea Selatan menyatakan perusahaan telah menawarkan pembicaraan lanjutan tanpa syarat terkait negosiasi gaji dan bonus yang sebelumnya menemui jalan buntu.
Pernyataan itu disampaikan pada Jumat (15/5/2026) waktu setempat, beberapa hari setelah proses mediasi yang difasilitasi pemerintah gagal menghasilkan kesepakatan.
Meski membuka peluang untuk kembali berunding setelah 7 Juni 2026, serikat pekerja menegaskan tetap akan melaksanakan aksi mogok kerja yang dijadwalkan mulai 21 Mei 2026.
Aksi tersebut dikhawatirkan mengganggu produksi Samsung Electronics sebagai produsen chip memori terbesar di dunia. Kondisi ini juga terjadi di tengah krisis kelangkaan chip global yang berdampak pada kenaikan harga berbagai perangkat elektronik seperti ponsel, laptop, konsol gim, hingga peralatan rumah tangga.
Samsung Electronics mengonfirmasi telah menawarkan negosiasi tanpa syarat, namun perusahaan belum memberikan komentar lebih lanjut mengenai perkembangan terbaru tersebut.
Sebelumnya, serikat pekerja menyatakan bersedia melanjutkan pembicaraan apabila Samsung mengajukan proposal rinci terkait tuntutan pekerja, terutama mengenai struktur bonus dan kompensasi.
Serikat buruh nasional Samsung yang mewakili puluhan ribu pekerja menuntut penghapusan batas bonus serta perubahan skema bagi hasil yang selama ini dikaitkan dengan laba operasional perusahaan.
Para pekerja juga menyoroti kesenjangan kompensasi dengan pesaing utama Samsung, yakni SK Hynix, yang baru-baru ini menyetujui skema bonus lebih besar bagi karyawannya.
Pemerintah Korea Selatan turut memberikan perhatian serius terhadap potensi mogok kerja tersebut. Perdana menteri dan sejumlah pejabat ekonomi meminta kedua pihak terus melanjutkan negosiasi demi menghindari dampak negatif terhadap ekspor, pasar keuangan, dan pertumbuhan ekonomi nasional.
Di pasar saham, saham Samsung Electronics sempat mengalami tekanan setelah kabar mogok kerja mencuat. Pada perdagangan Jumat pagi, saham Samsung tercatat melemah dibandingkan indeks acuan KOSPI. (A02)










Jadilah yang pertama berkomentar di sini