Info Market CPO
🗓 Update: Rabu, 13 Mei 2026 |18:41 WIB |Volume: 0.5K • 0.5K • 0.2K • 2.6K DMI • DMI • LOCO PARINDU • FOB PALOPO
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
14975 14918 (AGM) 14907 (PAA) 15100 EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
14975 14918 (AGM) 14907 (PAA) 15100 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14535 14399 (MNA) 14400 (PBI) 14750 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K · FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi transaksi DMI Persaingan harga masih cukup kompetitif antar bidder Tender LOCO PARINDU berakhir WD Tender FOB PALOPO belum terdapat bidder
👥Sumber: Internal Market CPO
Model
Dunia

Trump Tegaskan Kebijakan AS terhadap Taiwan Tak Berubah Usai Bertemu Xi Jinping

trump tegaskan kebijakan as terhadap taiwan tak berubah usai bertemu xi jinping
Presiden AS Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping. (reuters)

Beijing, Sinata.id – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping menghadiri jamuan makan malam kenegaraan di Balai Besar Rakyat, Beijing, Tiongkok, usai melakukan pertemuan bilateral yang membahas hubungan kedua negara, Kamis (14/5/2026).

Dalam pidatonya pada jamuan tersebut, Xi Jinping menyampaikan bahwa rakyat Tiongkok dan AS merupakan bangsa besar yang memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas dunia.

Advertisement

Sementara itu, Donald Trump mengungkapkan rencananya untuk mengundang Xi Jinping berkunjung ke AS pada 24 September mendatang.

Usai kunjungan kenegaraan selama dua hari di Tiongkok, Trump kembali menegaskan bahwa kebijakan lama AS terhadap Taiwan tidak mengalami perubahan.

Dalam wawancara dengan media Fox News setelah kembali ke AS, Trump menyatakan dirinya tidak ingin adanya deklarasi kemerdekaan Taiwan yang dapat memicu konflik di kawasan.

Baca Juga  Khamenei Peringatkan AS: Setiap Serangan Bisa Picu Perang Regional di Timur Tengah

“Tidak ada yang berubah. Saya tidak ingin ada pihak yang mendeklarasikan kemerdekaan dan kemudian kita harus menempuh ribuan mil untuk berperang. Saya tidak menginginkan hal itu,” ujar Trump.

Trump juga mengatakan bahwa AS ingin kedua pihak di Selat Taiwan dapat meredakan ketegangan demi menjaga stabilitas kawasan.

Terkait kerja sama pertahanan, Trump menyebut pemerintahannya tengah mempertimbangkan putaran baru penjualan senjata ke Taiwan. Namun, ia belum memastikan apakah paket tersebut akan disetujui.

“Saya belum menyetujuinya. Kita lihat nanti bagaimana perkembangannya. Mungkin saya setujui, mungkin juga tidak,” kata Trump.

Sebelumnya, media AS melaporkan bahwa pemerintahan Trump menunda paket penjualan senjata senilai sekitar US$14 miliar atau setara Rp246,4 triliun menjelang kunjungannya ke Tiongkok. Langkah tersebut disebut dilakukan untuk menghindari meningkatnya ketegangan dengan Beijing yang selama ini menolak penjualan senjata AS kepada Taiwan.

Baca Juga  Donald Trump Ingin Caplok Greenland, Ketegangan Meningkat

Menanggapi pernyataan Trump, Kementerian Luar Negeri Taiwan (MOFA) menyatakan bahwa Washington telah berulang kali menegaskan kebijakan terhadap Taiwan tetap konsisten sejak Trump menjabat sebagai presiden.

MOFA juga menilai aktivitas militer Tiongkok di sekitar Selat Taiwan masih menjadi salah satu sumber utama ketidakstabilan di kawasan Asia Timur.

Dalam pernyataan resminya pada Jumat, MOFA menegaskan Taiwan akan terus mempertahankan status quo di Selat Taiwan dan memperkuat kemampuan pertahanan nasionalnya.

Selain itu, Taiwan menyebut penjualan senjata dari Amerika Serikat merupakan bagian dari komitmen keamanan Washington berdasarkan Taiwan Relations Act sekaligus menjadi upaya pencegahan terhadap ancaman regional.

Kementerian tersebut juga mencatat bahwa AS telah menyetujui dua putaran penjualan senjata kepada Taiwan selama masa pemerintahan Trump dan terus bekerja sama dengan Taiwan serta mitra regional untuk menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan.

Baca Juga  Setelah Skandal Perhiasan Raib, Macron Ganti Pimpinan Museum Louvre

Sebelumnya, Trump juga mengatakan kepada wartawan di pesawat Air Force One bahwa dirinya tidak memberikan komitmen apa pun kepada Xi Jinping terkait Taiwan. Ia juga menolak menjawab secara pasti apakah Washington akan membela Taiwan jika terjadi serangan dari Tiongkok.

“Hanya ada satu orang yang tahu itu, dan orang tersebut adalah saya,” ujar Trump. (A02)

 

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini