Info Market CPO
🗓 Update: Senin, 11 Mei 2026 |15:20 WIB |Volume: 0.5K • 0.2K • 2.6K DMI • LOCO NGABANG • LOCO KEMBAYAN • LOCO PARINDU • FOB PALOPO
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15325 15217 (PAA) 15203 - EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15325 15217 (PAA) 15203 - EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
14975 14774 (MNA) 14550 (PBI) - EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO KEMBAYAN
14875 14624 (MNA) 14450 (PBI) - EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.5K · LOCO PARINDU
14885 14699 (MNA) 14550 (PBI) 14975 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K · FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi pada transaksi DMI dan segmen LOCO
  • Persaingan harga masih cukup ketat antar bidder
  • Masih terdapat lokasi tanpa penawaran
👥Sumber: Internal Market CPO
Model
Pematangsiantar

Refleksi HUT ke-155, Timbul Ingatkan Pelayanan Tanpa Diskriminasi

refleksi hut ke-155, timbul ingatkan pelayanan tanpa diskriminasi
Rapat paripurna DPRD HUT ke 155 Kota Pematangsiantar. dok Pematangsiantar

Pematangsiantar, Sinata.id – Ketua DPRD Kota Pematangsiantar Timbul Marganda Lingga menuturkan peringatan Hari Jadi ke-155 Kota Pematangsiantar harus dimaknai sebagai momentum refleksi menyeluruh atas perjalanan pemerintahan dan pembangunan, bukan sekadar seremoni.

Demikian disampaikannya dalam Rapat Paripurna Hari Jadi Kota Pematangsiantar di Gedung Harungguan, Jumat (24/4/2026).

Advertisement

Timbul menyebut peringatan hari jadi yang jatuh setiap 24 April tersebut menjadi titik penting untuk menilai capaian masa lalu, membaca kondisi kekinian, sekaligus merumuskan arah pembangunan ke depan.

“Peringatan ini harus menjadi sarana introspeksi agar penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan semakin baik,” katanya.

Ia mengingatkan sejarah berdirinya Kota Pematangsiantar pada 24 April 1871 yang berkaitan dengan sosok Raja Sang Naualuh Damanik.

Baca Juga  Festival Budaya hingga Expo UMKM Warnai HUT ke-155 Pematangsiantar

Menurutnya, tokoh tersebut merupakan figur pemimpin daerah yang memiliki rekam jejak perjuangan melawan penjajahan Belanda hingga diasingkan ke Bengkalis.

Timbul menekankan pentingnya meneladani nilai-nilai kepemimpinan yang diwariskan, seperti sikap pengasih, melayani, jujur, berani, serta menjunjung tinggi saling menghormati dan semangat membangun.

Nilai-nilai itu, kata dia, juga mencerminkan integritas, keberpihakan kepada rakyat, serta konsistensi antara ucapan dan tindakan.

Ia menambahkan, prinsip-prinsip tersebut selaras dengan kearifan lokal masyarakat Pematangsiantar, termasuk falsafah “Habonaron do Bona” dan “Sapangambei Manoktok Hitei Haganupan Simadasi”, yang menjadi landasan moral dalam kehidupan bermasyarakat.

Dalam konteks penyelenggaraan pemerintahan, Timbul menegaskan bahwa pemimpin dan aparatur dituntut mengimplementasikan nilai-nilai tersebut dalam pelayanan publik tanpa diskriminasi, menjunjung kejujuran, serta berani menegakkan kebenaran.

Baca Juga  Perayaan Natal Keluarga Besar USI, Kedamaian Mempererat Rasa Kebersamaan

“Seluruh unsur harus bertanggung jawab dan bekerja untuk kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya memperkuat rasa memiliki terhadap kota sebagai “rumah bersama”, yang diwujudkan melalui kerja keras, kolaborasi, dan semangat gotong royong seluruh elemen masyarakat.

Menurutnya, keberagaman yang ada di Kota Pematangsiantar harus tetap dijaga melalui pengamalan nilai-nilai Pancasila sebagai fondasi persatuan dalam mendukung pembangunan yang berkelanjutan.

Rapat paripurna tersebut dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Timbul Marganda Lingga, didampingi Wakil Ketua Ir Daud Simanjuntak dan Frengky Boy Saragih.

Kegiatan turut dihadiri Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi, Wakil Wali Kota Herlina, unsur Forkopimda, anggota DPRD, serta jajaran perangkat daerah, tokoh agama, tokoh adat, dan masyarakat. (A58)

Baca Juga  Wali Kota Wesly dan Forkopimda Saksikan Karnaval HUT ke-155 Pematangsiantar, Ribuan Warga Antusias

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini