Info Market CPO
🗓 Update: Rabu, 13 Mei 2026 |18:41 WIB |Volume: 0.5K • 0.5K • 0.2K • 2.6K DMI • DMI • LOCO PARINDU • FOB PALOPO
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
14975 14918 (AGM) 14907 (PAA) 15100 EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
14975 14918 (AGM) 14907 (PAA) 15100 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14535 14399 (MNA) 14400 (PBI) 14750 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K · FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi transaksi DMI Persaingan harga masih cukup kompetitif antar bidder Tender LOCO PARINDU berakhir WD Tender FOB PALOPO belum terdapat bidder
👥Sumber: Internal Market CPO
Model
Trending

Apa Itu Hantavirus? Kenali Gejala, Cara Penularan dan Pencegahannya

apa itu hantavirus? kenali gejala, cara penularan dan pencegahannya
Ilustrasi Hantavirus. (ugm)

Jakarta, Sinata.id – Hantavirus kembali menjadi perhatian global seiring meningkatnya pemberitaan mengenai kasus infeksi di sejumlah negara.

Meski kasus pada manusia tergolong relatif jarang, virus ini tetap perlu diwaspadai karena dapat menyebabkan gangguan kesehatan serius, terutama pada sistem pernapasan dan ginjal.

Advertisement

Hantavirus merupakan kelompok virus yang umumnya ditularkan dari hewan pengerat, terutama tikus, kepada manusia. Virus ini diketahui dapat memicu dua jenis penyakit utama, yakni Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) dan Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS).

Apa Itu Hantavirus?

Hantavirus adalah virus yang berasal dari hewan pengerat dan dapat menular ke manusia melalui paparan urine, air liur, atau kotoran tikus yang terinfeksi.

Virus ini lebih banyak ditemukan di beberapa wilayah Asia, Eropa, dan Amerika. Penularan dari manusia ke manusia sangat jarang terjadi sehingga langkah pencegahan utama berfokus pada pengendalian hewan pengerat dan menjaga kebersihan lingkungan.

Baca Juga  Adam Back Dituding sebagai Satoshi Nakamoto, Ini Fakta Mengejutkan dari Investigasi NYT

Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) merupakan jenis infeksi yang menyerang paru-paru dan sistem pernapasan, sedangkan Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) berdampak pada ginjal dan pembuluh darah.

Cara Penularan Hantavirus

Penularan hantavirus umumnya terjadi melalui kontak dengan lingkungan yang terkontaminasi hewan pengerat.

Beberapa cara penularan yang perlu diwaspadai antara lain:

  • Menghirup partikel udara yang terkontaminasi urine, air liur, atau kotoran tikus.
  • Menyentuh benda yang terpapar virus lalu menyentuh wajah, hidung, atau mulut.
  • Gigitan tikus yang terinfeksi.
  • Mengonsumsi makanan atau minuman yang telah terkontaminasi.

Lingkungan yang lembap, kotor, dan memiliki populasi tikus tinggi dapat meningkatkan risiko penyebaran virus.

Gejala Hantavirus yang Perlu Diwaspadai

Gejala awal hantavirus sering kali menyerupai flu biasa. Karena itu, masyarakat perlu waspada terutama jika memiliki riwayat kontak dengan area yang banyak tikus.

Baca Juga  WHO Tegaskan Hantavirus Tidak Menular Luas, Tiga Tewas di Kapal MV Hondius

Beberapa gejala awal yang umum muncul meliputi:

  • Demam
  • Nyeri otot
  • Sakit kepala
  • Mual dan muntah
  • Nyeri perut
  • Tubuh terasa lemas

Pada kondisi yang lebih berat, penderita dapat mengalami:

  • Sesak napas
  • Batuk
  • Penurunan fungsi ginjal
  • Tekanan darah menurun
  • Gangguan pernapasan serius

Jika mengalami gejala tersebut setelah terpapar lingkungan yang berpotensi tercemar tikus, segera lakukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan.

Cara Mencegah Hantavirus

Pencegahan menjadi langkah paling efektif untuk mengurangi risiko infeksi hantavirus.

Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan:

1. Menjaga Kebersihan Lingkungan

Pastikan rumah, gudang, dan tempat kerja tetap bersih serta bebas dari sarang tikus.

2. Menutup Akses Masuk Tikus

Perbaiki lubang atau celah di rumah yang memungkinkan tikus masuk ke dalam bangunan.

Baca Juga  Spanyol Evakuasi Penumpang Kapal Pesiar yang Terjangkit Hantavirus di Tenerife

3. Menyimpan Makanan dengan Aman

Gunakan wadah tertutup agar makanan dan minuman tidak terkontaminasi hewan pengerat.

4. Menggunakan Alat Pelindung

Gunakan masker dan sarung tangan saat membersihkan area yang berpotensi terdapat kotoran tikus, seperti gudang atau loteng.

5. Tidak Menyapu Kotoran Tikus Secara Kering

Basahi area terlebih dahulu menggunakan cairan desinfektan untuk mengurangi risiko partikel virus beterbangan di udara.

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan

Penyakit zoonosis seperti hantavirus menjadi pengingat pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan pola hidup sehat.

Edukasi yang tepat dapat membantu masyarakat mengenali gejala lebih dini serta melakukan langkah pencegahan secara efektif.

Menjaga kebersihan lingkungan, mengendalikan populasi tikus, dan meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit menular menjadi langkah sederhana namun penting untuk melindungi diri dan orang sekitar dari risiko infeksi hantavirus. (A02)

 

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini