MOSKOW, Sinata.id — Presiden Vladimir Putin memberi sinyal mengejutkan terkait perang antara Rusia dan Ukraina.
Usai perayaan Hari Kemenangan Rusia pada Sabtu (9/5/2026), Putin menyebut konflik yang telah berlangsung lebih dari empat tahun itu diyakini akan segera berakhir.
“Saya pikir masalah tersebut akan segera berakhir,” ujar Putin saat menyinggung operasi militer Rusia di Ukraina.
Meski optimistis perang akan berakhir, Putin tetap menegaskan bahwa konflik tersebut merupakan persoalan serius.
Dalam pidatonya di Hari Kemenangan, ia kembali membela invasi Rusia ke Ukraina dan menuding Barat sebagai pihak yang memicu konfrontasi berkepanjangan.
Menurut Putin, negara-negara Barat melalui aliansi NATO terus memberikan dukungan militer kepada Ukraina hingga membuat konflik semakin meluas.
“Mereka menjanjikan bantuan dan kemudian mulai memicu konfrontasi dengan Rusia yang berlanjut hingga hari ini,” katanya dilansir dari Kompas TV, Minggu (10/5/2026).
Pemimpin Kremlin itu juga kembali menuding Ukraina sebagai pihak agresif yang dipersenjatai oleh Barat.
Pernyataan tersebut disampaikan hanya beberapa jam setelah parade militer besar digelar di Moskow untuk memperingati kemenangan Uni Soviet atas Nazi Jerman.
Selain menyinggung akhir perang, Putin juga membuka peluang bertemu langsung dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy.
Namun, menurutnya, pertemuan itu baru dapat dilakukan setelah tercapai kesepakatan damai jangka panjang antara kedua negara.
“Pertemuan di negara ketiga juga dimungkinkan untuk menandatangani kesepakatan, tetapi hanya setelah perjanjian perdamaian jangka panjang tercapai,” ujar Putin.
“Itu harus menjadi langkah terakhir,” lanjutnya.
Putin mengaku telah mendengar kesiapan Zelenskyy untuk menggelar pertemuan pribadi.
Meski begitu, ia menegaskan bahwa pembicaraan damai harus lebih dulu menghasilkan kesepakatan konkret sebelum pertemuan tingkat tinggi dilakukan.
Perang Rusia-Ukraina sendiri bermula sejak Rusia mencaplok Krimea pada 2014 dan meningkat menjadi invasi skala penuh pada Februari 2022.
Hingga kini, konflik tersebut telah menelan ribuan korban jiwa dan memicu ketegangan geopolitik global.
Saat ini, Rusia dan Ukraina diketahui tengah menjalani proses gencatan senjata yang dimediasi Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (A08)










Jadilah yang pertama berkomentar di sini