Info Market CPO
🗓 Update: Jumat, 8 Mei 2026 |15:34 WIB |Volume: 0.5K • 0.2K • 2.6K DMI • LOCO NGABANG • LOCO KEMBAYAN • LOCO PARINDU • FOB PALOPO
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15200 (TON) 15131 (AGM) 15275 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15100 (IMT/KJA) 15131 (AGM) 15275 KJA ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.5K · LOCO NGABANG
14782 14675 (MNA) 14500 (PBI) 14925 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.5K · LOCO KEMBAYAN
14772 14525 (MNA) 14400 (PBI) 14825 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14782 14600 (MNA) 14500 (PBI) 14925 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K · FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP masih mendominasi pada beberapa titik LOCO
  • Persaingan harga di DMI berlangsung ketat
  • Masih terdapat lokasi tanpa penawaran
👥Sumber: Internal Market CPO
Model
Dunia

WHO Lacak Penumpang MV Hondius Usai Wabah Hantavirus Tewaskan 3 Orang

who lacak penumpang mv hondius usai wabah hantavirus tewaskan 3 orang
Respons WHO terhadap kasus hantavirus yang terkait dengan kapal pesiar. (who)

Jenewa, Sinata.id – Otoritas kesehatan dunia kini berlomba melacak puluhan penumpang kapal pesiar MV Hondius yang turun sebelum wabah hantavirus terdeteksi. Langkah ini dilakukan untuk mencegah potensi penyebaran virus yang telah menyebabkan tiga kematian.

World Health Organization (WHO) mengonfirmasi sedikitnya lima kasus hantavirus ditemukan di kapal pesiar berbendera Belanda tersebut, termasuk tiga korban meninggal dunia.

Advertisement

Meski demikian, WHO menegaskan wabah ini tidak seperti pandemi Covid-19 karena strain hantavirus Andes yang ditemukan diketahui menyebar melalui kontak dekat dan intensif antarmanusia.

Namun, masa inkubasi virus yang dapat berlangsung hingga enam minggu membuat kemungkinan munculnya kasus tambahan masih terbuka.

Penumpang dari 22 Negara Berada di Kapal

Baca Juga  Swedia dan Serbia Desak Warganya Tinggalkan Iran Usai Ancaman Trump

Operator kapal pesiar, Oceanwide Expeditions, menyebutkan kapal MV Hondius membawa 114 tamu dan 61 awak kapal dari 22 negara.

Kapal tersebut memulai pelayaran dari Ushuaia, Argentina, pada 1 April 2026 dan dijadwalkan tiba di Kepulauan Canary pada 10 Mei 2026.

Sekitar 32 penumpang turun di Saint Helena pada 24 April sebelum kasus pertama dikonfirmasi.

WHO kini berkoordinasi dengan otoritas kesehatan di sedikitnya 12 negara, termasuk Amerika Serikat, Inggris Raya, Belanda, Jerman, Swiss, Singapura, dan Kanada.

Diduga Berasal dari Paparan Hewan Pengerat

Hantavirus umumnya menyebar melalui paparan urin, air liur, atau kotoran hewan pengerat yang terkontaminasi virus. Penularan antarmanusia sangat jarang terjadi, namun strain Andes diketahui dapat menular melalui kontak dekat.

Baca Juga  China Pamer Fujian, Kapal Induk Canggih Buatan Negeri Tirai Bambu

WHO menyebut pasangan warga Belanda yang menjadi korban diduga sempat melakukan perjalanan pengamatan burung di wilayah Argentina, Chili, dan Uruguay sebelum menaiki kapal.

Pemerintah Argentina kini ikut menyelidiki kemungkinan sumber awal infeksi.

Inggris dan AS Pantau Warganya

Di Inggris Raya, tiga warga negara dilaporkan diduga terinfeksi hantavirus. Salah satunya merupakan kru kapal yang berada di Tristan da Cunha.

Sementara itu, dua warga Inggris lainnya menjalani perawatan intensif di Afrika Selatan dan Belanda.

Di Amerika Serikat, otoritas kesehatan di lima negara bagian turut memantau warga yang sempat berada di kapal, meskipun belum ditemukan gejala infeksi.

Spanyol Siaga Sambut Kedatangan Kapal

MV Hondius dijadwalkan tiba di Tenerife, Kepulauan Canary, Spanyol, Sabtu (9/5/2026). Sebanyak 146 orang dari 23 negara masih berada di kapal dan akan menjalani pemeriksaan medis sebelum dipulangkan.

Baca Juga  Rusia Serukan Diplomasi untuk Selamatkan Timur Tengah

Namun, rencana kedatangan kapal memicu kekhawatiran warga setempat dan penolakan dari Presiden Kepulauan Canary, Fernando Clavijo.

Pemerintah Spanyol menyatakan seluruh penumpang non-Spanyol akan dipulangkan ke negara masing-masing apabila hasil pemeriksaan kesehatan dinyatakan aman.

Meski wabah ini memicu perhatian internasional, WHO menilai risiko penyebaran luas kepada masyarakat umum masih tergolong rendah.

Namun, organisasi tersebut tetap meminta seluruh negara yang terkait untuk meningkatkan pemantauan terhadap penumpang dan awak kapal yang sempat melakukan kontak dekat dengan pasien. (A02)

 

 

 

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini