Info Market CPO
🗓 Update: Rabu, 03 Juni 2026 |14:50 WIB |Volume: 0.5K • 0.5K • 1K • 0.5K • 1K • 1K • 0.5K • 0.2K • 0.2K LOCO LUWU • BLW • BLW • BLW • FOB TDUKU • FRC TBAYUR • LOCO PARINDU • LOCO KEMBAYAN • LOCO NGABANG
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
8000 (MPR) - - 14525 - WD
N2 N4 (N2)
Vol: 0.5K · BLW
14777 (PHPO) 14733 (MNA) 14680 (MM) 15025 PHPO ACC
N4 N4 (N4)
Vol: 1K · BLW
14777 (PHPO) 14733 (MNA) 14680 (MM) 15025 PHPO ACC
N1 N4 (N1)
Vol: 0.5K · BLW
14777 (PHPO) 14728 (MNA) 14680 (MM) 15025 PHPO ACC
N6 N4 (N6)
Vol: 1K · FOB TDUKU
14577 (PAA) 14533 (WNI) 14500 (AGM) 14825 WNI ACC
N6 N4 (N6)
Vol: 1K · FRC TBAYUR
14603 (WNI) 14550 (WIRA) 8000 (PRCW) 14895 WNI ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.5K · LOCO PARINDU
14243 (MNA) 14205 (EUP) 13750 (PBI) 14675 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO KEMBAYAN
14168 (MNA) 14105 (EUP) 13650 (PBI) 14575 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
14318 (MNA) 14205 (EUP) 13750 (PBI) 14675 ACC

- - - - - PENDING
Catatan Pasar
  • Tender PTPN menunjukkan aktivitas transaksi lebih aktif dengan beberapa tender berhasil ACC. PHPO memenangkan tender BLW di level 14.777 dengan CTR 15.025. Tender FOB TDUKU dan FRC TBAYUR dimenangkan WNI, sementara tender LOCO KEMBAYAN dan LOCO NGABANG di-ACC kepada EUP. Tender LOCO LUWU masih berstatus WD dengan penawaran MPR di level 8.000.
👥Sumber: Internal Market CPO
Model
Nasional

Presiden Klaim Swasembada Pangan 2025, DPR Minta Manfaatnya Benar-Benar Dirasakan Petani

presiden klaim swasembada pangan 2025, dpr minta manfaatnya benar-benar dirasakan petani
Abdul Kharis

Jakarta, Sinata.id – Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Abdul Kharis Almasyhari menyambut positif pernyataan Presiden RI Prabowo Subianto terkait keberhasilan Indonesia mencapai swasembada pangan pada 2025.

Ia menilai pencapaian tersebut menjadi fondasi penting dalam memperkuat ketahanan sekaligus kedaulatan pangan nasional.

Advertisement

Menurut Abdul Kharis, keberhasilan Indonesia tidak melakukan impor beras sepanjang 2025 mencerminkan meningkatnya kemampuan produksi pangan dalam negeri. Hal itu menunjukkan kebijakan pangan nasional mulai berjalan ke arah yang lebih mandiri dan strategis.

“Pencapaian swasembada pangan patut diapresiasi. Tidak adanya impor beras sepanjang tahun ini menandakan kapasitas produksi nasional semakin kuat,” ujar Abdul Kharis, Kamis (8/1/2026).

Ia juga menyoroti data pemerintah yang menyebutkan cadangan beras pemerintah di Perum Bulog pada akhir 2025 menembus angka lebih dari 3 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah.

Baca Juga  Prabowo Tegaskan Kemandirian Pangan sebagai Fondasi Kedaulatan Bangsa

Kondisi tersebut dinilai memberi ruang yang lebih besar bagi negara untuk menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas harga pangan.

Meski demikian, Abdul Kharis menekankan bahwa keberhasilan swasembada pangan tidak boleh hanya diukur dari sisi produksi dan stok semata. Menurutnya, ukuran utama keberhasilan terletak pada stabilitas harga serta peningkatan kesejahteraan petani.

“Keberhasilan swasembada harus benar-benar dirasakan petani dan masyarakat. Harga gabah di tingkat petani harus menguntungkan, sementara harga pangan bagi konsumen tetap terjangkau,” tegasnya.

Selain beras, ia mendorong pemerintah untuk mempercepat swasembada komoditas pangan strategis lainnya, seperti jagung, kedelai, bawang putih, serta komoditas protein hewani.

Langkah tersebut dinilai penting untuk menekan ketergantungan impor dan memperkuat ketahanan pangan secara menyeluruh.

Baca Juga  Pemerintah Hentikan Sementara Dapur MBG, Investigasi Keracunan Massal Dimulai

Abdul Kharis menambahkan, Komisi IV DPR RI akan terus menjalankan fungsi pengawasan agar kebijakan pangan nasional diterapkan secara berkelanjutan, berbasis data yang akurat, serta berpihak pada petani. (*)

Sumber: Parlementaria

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini