Oleh : PS Dion Ponomban
Saat Teduh Home Abba Family, Kamis 28 Mei 2026. Pelayanan pemuridan tidak hanya berbicara tentang mengajar atau mendampingi jemaat, tetapi juga menuntut kepedulian terhadap orang-orang yang sedang mengalami kelelahan rohani dan kehilangan arah hidup. Nilai tersebut tercermin dalam pembacaan Alkitab dari Injil Matius 9:35-38 yang menjadi bahan perenungan rohani pada Kamis, 28 Mei 2026.
Dalam bagian tersebut, Yesus digambarkan berkeliling ke berbagai kota dan desa untuk mengajar di rumah ibadah, memberitakan Injil Kerajaan Surga, serta menyembuhkan berbagai penyakit dan kelemahan masyarakat. Saat melihat banyak orang yang hidup dalam kelelahan dan keterlantaran, hati Yesus tergerak oleh belas kasihan karena mereka diibaratkan seperti domba tanpa gembala.
Pesan itu menekankan bahwa pelayanan terhadap sesama membutuhkan hati yang penuh kepedulian dan ketulusan. Pendampingan terhadap orang-orang yang sedang mengalami pergumulan hidup dinilai bukan perkara mudah karena memerlukan kesabaran, pengorbanan, dan keteguhan iman.
Selain itu, bagian Alkitab tersebut juga mengingatkan tentang besarnya βtuaianβ atau kebutuhan pelayanan, sementara jumlah pekerja yang terlibat masih terbatas. Karena itu, umat diajak untuk berdoa agar semakin banyak orang bersedia mengambil bagian dalam pelayanan dan menjadi pekerja bagi tuaian rohani.
Melalui perenungan itu, jemaat diajak melakukan evaluasi diri terkait peran mereka dalam membantu sesama, termasuk kesiapan untuk melayani dengan kasih, mendukung orang-orang yang membutuhkan pendampingan, serta berkontribusi dalam kehidupan rohani di tengah masyarakat.
Beberapa pertanyaan reflektif turut diajukan, di antaranya mengenai pentingnya doa bagi pekerja pelayanan, kondisi kehidupan rohani masyarakat saat ini, hingga langkah nyata yang dapat dilakukan untuk menjangkau mereka yang membutuhkan perhatian dan pendampingan iman.
Belas kasih bukan sekadar rasa iba, melainkan tindakan nyata untuk hadir, mendampingi, dan membawa harapan bagi mereka yang membutuhkan pertolongan rohani. (A27)










Jadilah yang pertama berkomentar di sini