Tapanuli Tengah, Sinata.id – Proyek penanganan banjir di Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, terus dikebut melalui tiga paket pekerjaan utama, yakni pengendalian banjir Sungai Tukka, pembangunan sabo dam di hulu Sungai Tukka, serta pembangunan sabo dam di Sungai Sigala-gala.
Saat ini, progres pengerjaan ketiga proyek tersebut diperkirakan telah mencapai sekitar 10 persen. Sejumlah pekerjaan yang tengah berlangsung meliputi penggalian pondasi, pembangunan retaining wall, hingga tahap awal pembangunan sabo dam di kawasan hulu Sungai Tukka dan Sungai Sigala-gala.
Pelaksana proyek, Antoni Siahaan, mengatakan kondisi cuaca menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi percepatan pekerjaan di lapangan. Tingginya intensitas hujan dan banjir membuat beberapa pekerjaan belum dapat dilakukan secara maksimal.
“Yang bisa kami kerjakan saat ini penggalian pondasi dan perakitan barang pabrikasi. Tidak ada kendala berarti, hanya saja kondisi banjir saat curah hujan tinggi membuat pekerjaan terbatas. Saat cuaca bagus seperti sekarang, pengerjaan langsung kami kebut,” ujar Antoni didampingi Firman Zalukhu dan Hadi, Rabu (27/5/2026).
Ia menjelaskan, pembangunan pengendalian banjir tersebut telah dirancang berdasarkan debit banjir tahunan Q25. Namun, kondisi cuaca ekstrem belakangan ini disebut telah melampaui perhitungan normal.
“Kami memiliki desain perencanaan berdasarkan debit banjir tahunan Q25. Namun, jika banjir mencapai Q100 seperti yang terjadi baru-baru ini, itu merupakan faktor alam yang tidak bisa dilawan,” katanya.
Meski demikian, pihak pelaksana tetap optimistis proyek tersebut nantinya mampu mengurangi dampak banjir di wilayah Tukka. Bahkan, hasil sementara dari pekerjaan yang telah dilakukan mulai terlihat saat banjir terjadi beberapa waktu lalu.
“Mudah-mudahan pekerjaan yang sebelumnya dilakukan sudah mulai menunjukkan hasil. Saat beberapa kali banjir terjadi, hanya satu atau dua rumah yang terdampak air dan sedimen juga sudah tidak masuk lagi,” ungkapnya.
Pihak pelaksana juga berharap masyarakat terus mendukung proses pengerjaan proyek agar penanganan banjir dapat berjalan maksimal dan selesai tepat waktu.
“Sesuai target dari Menteri, pekerjaan ditargetkan selesai pada Oktober, sedangkan tahap finishing sesuai kontrak berakhir pada Desember 2026,” pungkasnya. (SN16)










Jadilah yang pertama berkomentar di sini