Sinata.id – Pasar kripto global kembali bergerak dalam tekanan pada perdagangan Selasa (16/12/2025), ketika sentimen negatif masih membayangi aset digital utama.
Bitcoin, Ethereum, hingga Ripple kompak berada di zona rawan, mencerminkan kehati-hatian investor di tengah ketidakpastian arah pasar.
Bitcoin (BTC) memang sempat bertahan di atas level USD 86.000 setelah menyentuh titik terendah harian di kisaran USD 85.266.
Namun, penguatan tersebut belum cukup mengubah gambaran besar.
Indikator psikologis pasar masih menunjukkan sinyal waspada, dengan indeks sentimen kripto berada pada kategori ketakutan ekstrem, sebuah cerminan bahwa pelaku pasar belum sepenuhnya percaya diri untuk kembali agresif.
Baca Juga: Solana Dominasi Perhatian Pasar Kripto 2025, Kalahkan Ethereum dan Jaringan Besar Lain
Tekanan serupa juga dirasakan Solana (SOL).
Aset kripto ini melanjutkan tren penurunan untuk hari ketiga berturut-turut, dengan pelemahan lebih dari satu persen pada sesi perdagangan terkini.
Situasi diperparah oleh gangguan jaringan berupa serangan Distributed Denial of Service (DDoS) yang tercatat mencapai puncak lalu lintas hingga 6 terabit per detik.
Meski belum berdampak langsung pada operasional jaringan, insiden tersebut cukup mengguncang sentimen pelaku pasar.
Di sisi lain, data pasar derivatif turut mengirim sinyal negatif, ditandai dengan penurunan open interest serta tingkat pendanaan yang berbalik ke area minus.
Dari sisi regulasi, perhatian pasar juga tertuju ke Eropa.
Baca Juga: Era Poin Mulai Ditinggalkan, Starbucks hingga Nike Ubah Strategi Loyalitas
Otoritas Jasa Keuangan Inggris atau Financial Conduct Authority (FCA) resmi membuka konsultasi publik terkait rancangan aturan baru untuk aset digital.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya lanjutan pemerintah Inggris dalam membangun kerangka hukum yang lebih jelas dan menyeluruh bagi industri kripto, sekaligus memberi sinyal bahwa pengawasan terhadap aset digital akan semakin diperketat ke depan. [a46]









Jadilah yang pertama berkomentar di sini