Sinata.id ā Solana (SOL) tampil sebagai ekosistem blockchain yang paling menyita perhatian komunitas kripto global sepanjang 2025. Jaringan ini mencatat tingkat pencarian dan minat tertinggi, melampaui Ethereum serta sejumlah blockchain papan atas lainnya.
Temuan tersebut terungkap dalam laporan terbaru CoinGecko yang dikutip pada Selasa (16/12/2025), memotret arah perhatian pelaku pasar kripto terhadap tren on-chain dunia.
Data menunjukkan, Solana menguasai porsi minat terbesar dengan capaian narrative share sebesar 26,79 persen, menjadikannya pusat diskusi utama industri aset digital selama dua tahun berturut-turut.
CoinGecko menjelaskan, laporan ini disusun berdasarkan analisis trafik kunjungan global ke platform mereka yang telah disaring dari aktivitas bot.
Periode pemantauan berlangsung sejak 1 Januari 2024 hingga 14 Desember 2025, dengan fokus pada intensitas pencarian dan pembacaan, bukan pada fluktuasi harga atau nilai kapitalisasi pasar.
Baca Juga:Ā Era Poin Mulai Ditinggalkan, Starbucks hingga Nike Ubah Strategi Loyalitas
Hasil pemetaan tersebut menegaskan dominasi Solana yang mencuri lebih dari seperempat total perhatian tren on-chain secara global.
Keunggulan ini mencerminkan tingginya aktivitas jaringan serta daya tarik ekosistem aplikasinya di mata investor dan komunitas kripto.
Di posisi berikutnya, jaringan layer-2 Base menempati peringkat kedua dengan porsi 13,94 persen, disusul Ethereum di urutan ketiga dengan 13,43 persen.
Selisih yang tipis di antara keduanya mengindikasikan persaingan sengit antar ekosistem dalam memperebutkan minat pengguna dan pengembang.
Sementara itu, Sui mencatatkan lonjakan perhatian dengan menduduki peringkat keempat sebesar 11,77 persen.
Capaian ini menegaskan posisi Sui sebagai ekosistem baru yang kian sering dibicarakan dalam percakapan industri kripto global.
Berdasarkan rangkuman data CoinGecko, berikut jajaran ekosistem blockchain dengan tingkat minat tertinggi sepanjang periode pengamatan:
Solana (26,79 persen), Base (13,94 persen), Ethereum (13,43 persen), Sui (11,77 persen), BNB Chain (9,05 persen), XRP Ledger (4,68 persen), Sonic (2,29 persen), Cardano (1,92 persen), Bittensor (1,91 persen), Hyperliquid (1,57 persen), TON (1,23 persen), Avalanche (1,17 persen), Bitcoin (1,08 persen), Berachain (0,81 persen), Hedera (0,79 persen), Polygon (0,78 persen), Abstract (0,66 persen), Arbitrum (0,60 persen), Kaspa (0,58 persen), dan Linea (0,56 persen).
Baca Juga:Ā Nick Johnson, Otak di Balik ENS yang Mengubah Cara Manusia Berinteraksi dengan Ethereum
Menarik perhatian, Bitcoin justru berada di luar 10 besar.
Kondisi ini mencerminkan pergeseran fokus diskusi on-chain yang kini lebih condong ke pengembangan ekosistem aplikasi dibandingkan aset kripto yang berfungsi sebagai penyimpan nilai.
Laporan tersebut menandai perubahan signifikan dalam pola minat komunitas kripto.
Perhatian pasar tidak lagi semata tertuju pada pergerakan harga, melainkan pada seberapa aktif sebuah jaringan digunakan, seberapa pesat pertumbuhan pengembangnya, serta kekuatan narasi di sektor seperti DeFi, kecerdasan buatan, hingga derivatif berbasis blockchain.
Dalam konteks ini, Solana, Base, dan Sui menjadi pihak yang paling diuntungkan berkat kombinasi aktivitas pengguna yang tinggi, inovasi aplikasi terdesentralisasi, serta narasi ekosistem yang terus berkembang. [a46]







Jadilah yang pertama berkomentar di sini