Jakarta, Sinata.id – Presiden RI Prabowo Subianto meminta PT Pindad merancang kendaraan kepresidenan baru dengan desain transparan. Konsep tersebut diusulkan agar kepala negara dapat lebih mudah terlihat dan berinteraksi langsung dengan masyarakat saat melakukan kunjungan kerja.
Pemerintah merespons positif rencana tersebut dengan menyiapkan alokasi anggaran khusus untuk pengadaan kendaraan. Namun, hingga kini kementerian terkait menyebut belum menerima permintaan resmi secara administratif.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pemerintah pada prinsipnya siap mendukung apabila terdapat permintaan resmi dari Presiden.
“Ada pasti kalau memang diminta, tapi kan belum ada permintaan resmi,” ujarnya di Kantor Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Selasa (19/5/2026).
Ia menjelaskan, selama ini kendaraan dinas kepresidenan umumnya memiliki desain tertutup demi alasan keamanan. Namun, konsep baru yang diinginkan Presiden Prabowo lebih menonjolkan aspek keterbukaan visual agar masyarakat dapat melihat langsung kepala negara.
Menurut Purbaya, ide tersebut memungkinkan Presiden tetap terlihat dari luar kendaraan, termasuk saat menyapa warga dalam rangkaian kunjungan kerja.
“Beliau maunya mobil yang terbuka secara visual, jadi tetap terlihat meski berada di dalam kendaraan, supaya tidak terlalu melelahkan saat menyapa masyarakat,” jelasnya.
Kementerian Keuangan memastikan bahwa anggaran untuk pengadaan kendaraan tersebut telah disiapkan dan akan dibahas lebih lanjut dalam konferensi pers APBN KiTa edisi April 2026.
“Anggarannya ada. Nanti akan disesuaikan, tinggal menunggu permintaan resmi,” tambahnya.
Sementara itu, Direktur Utama PT Pindad (Persero) Sigit P. Santosa menyatakan pihaknya siap menjalankan instruksi Presiden untuk merancang kendaraan kepresidenan dengan konsep transparan.
PT Pindad akan mengembangkan desain khusus menggunakan material kaca antipeluru yang tetap memenuhi standar keamanan VVIP.
“Kalau itu, iya kita siapkan terus,” ujar Sigit usai rapat di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (18/5/2026).
Ia menegaskan bahwa meski belum ada pembahasan teknis rinci di tingkat rapat, perusahaan telah mulai menyiapkan konsep awal kendaraan tersebut.
Menurut Sigit, ide mobil kepresidenan transparan ini muncul dari pengalaman Presiden Prabowo saat melakukan kunjungan kerja ke berbagai daerah, di mana tingginya antusiasme masyarakat membuat interaksi langsung menjadi lebih intens.
Dalam beberapa kesempatan, Presiden disebut harus berdiri di dalam kendaraan untuk menyapa masyarakat, yang dalam durasi panjang dapat menimbulkan kelelahan.
Konsep kendaraan baru tersebut dirancang agar tetap memberikan perlindungan maksimal sekaligus meningkatkan visibilitas Presiden saat berinteraksi dengan warga.
Presiden Prabowo sendiri sebelumnya telah menggunakan Maung Garuda produksi PT Pindad sebagai kendaraan dinas resmi sejak dilantik pada 20 Oktober 2024. Kendaraan tersebut juga digunakan dalam forum internasional seperti KTT ASEAN di Filipina sebagai simbol industri pertahanan dalam negeri. (A02)










Jadilah yang pertama berkomentar di sini