Info Market CPO
🗓 Update: Rabu, 13 Mei 2026 |18:41 WIB |Volume: 0.5K • 0.5K • 0.2K • 2.6K DMI • DMI • LOCO PARINDU • FOB PALOPO
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
14975 14918 (AGM) 14907 (PAA) 15100 EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
14975 14918 (AGM) 14907 (PAA) 15100 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14535 14399 (MNA) 14400 (PBI) 14750 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K · FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi transaksi DMI Persaingan harga masih cukup kompetitif antar bidder Tender LOCO PARINDU berakhir WD Tender FOB PALOPO belum terdapat bidder
👥Sumber: Internal Market CPO
Model
Regional

Diduga Tak Sesuai Label, Air Minum Helse di Sibolga Disorot Konsumen

diduga tak sesuai label, air minum helse di sibolga disorot konsumen
Kemasan air minum yang beredar di pasaran diduga tidak sesuai antara isi dengan label pada produk. (sinata)

Sibolga, Sinata.id – Air minum dalam kemasan merek Helse yang beredar di Kota Sibolga menjadi sorotan setelah diduga terdapat ketidaksesuaian antara isi produk dan label pada kemasan.

Produk tersebut mencantumkan volume 600 mililiter (ml), namun diduga hanya berisi sekitar 300 ml. Temuan itu memunculkan pertanyaan terkait pengawasan produk serta tanggung jawab produsen terhadap informasi yang dicantumkan pada kemasan.

Advertisement

Air minum Helse diketahui telah beredar di sejumlah wilayah di Sumatera Utara, termasuk di luar Kota Sibolga. Jika dugaan tersebut terbukti benar, kondisi itu dinilai berpotensi menyesatkan konsumen.

Dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen disebutkan bahwa pelaku usaha dilarang memproduksi atau memperdagangkan barang yang tidak sesuai dengan ukuran, takaran, timbangan, maupun jumlah sebagaimana tercantum pada label.

Baca Juga  Pelindo Multi Terminal Sibolga Dorong Penguatan Logistik Nasional

Pemilik Helse Berikan Klarifikasi

Pemilik usaha air minum Helse di Sibolga memberikan klarifikasi terkait dugaan perbedaan volume pada produk yang beredar di masyarakat.

Ia mengaku menyayangkan persoalan tersebut menjadi sorotan pemberitaan dan menilai kontribusi perusahaan kepada masyarakat seharusnya juga mendapat perhatian.

“Saat terjadi musibah, pabrik saya sudah banyak membantu masyarakat. Pada hari-hari awal, kami telah menyalurkan sekitar 4.000 dus air minum kepada warga,” ujarnya, Selasa (12/5/2026).

Menurutnya, produk dengan label berbeda tersebut bukan merupakan produksi massal atau produksi rutin perusahaan.

“Itu memang saya akui, tetapi bukan produksi rutin. Produk itu dibuat berdasarkan pesanan khusus, misalnya ukuran 330 ml. Karena belum memiliki label khusus, saya menggunakan label 600 ml yang tersedia,” katanya.

Baca Juga  MBG di SMPN 4 Tuhemberua Nias Utara Diduga Berulat, Distribusi Mobil Pic-Up Ditutup Terpal

Ia menegaskan produk tersebut tidak dipasarkan secara luas seperti produk produksi reguler perusahaan air minum lainnya.

“Produksi ini hanya dilakukan jika ada pesanan tertentu. Bukan produksi komersial rutin. Jika produksinya berjalan tetap, tentu seluruh kelengkapan, termasuk label, akan disesuaikan,” tambahnya, seraya berharap media lebih selektif dalam mengangkat isu ke publik. (SN16)

 

 

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini