Penyidik menegaskan seluruh temuan masih terus didalami untuk melengkapi berkas perkara sebelum dilimpahkan ke kejaksaan.
Polisi Dalami Dugaan Distribusi Melalui Telegram VIP
Selain mengusut pihak yang diduga membuat konten, polisi kini memperluas penyidikan terhadap jalur distribusi video tersebut.
Penyidik menemukan indikasi bahwa video diduga disebarkan melalui grup Telegram berbayar yang memberikan akses khusus kepada anggota tertentu.
Untuk mendalami dugaan tersebut, polisi telah memeriksa seorang saksi yang mengaku memperoleh akses video setelah bergabung dalam grup Telegram VIP berbayar.
Keterangan saksi tersebut dinilai penting karena menguatkan dugaan adanya proses distribusi dan transaksi konten melalui platform digital tertutup.
Dari hasil pengembangan sementara, penyidik menduga terdapat rantai distribusi yang melibatkan sejumlah pihak, mulai dari pembuat konten, perantara, hingga pihak yang menjual akses kepada pelanggan.
Polisi Buru Pihak Lain yang Terlibat
Polres Batang memastikan penyidikan tidak akan berhenti pada satu tersangka. Penyidik masih memburu pihak lain yang diduga berperan dalam jaringan distribusi maupun memperoleh keuntungan dari peredaran konten tersebut.
Pengembangan kasus terus dilakukan guna mengungkap seluruh pihak yang terlibat dalam penyebaran video dan memastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
Atas perbuatannya, SAE dijerat dengan ketentuan pidana yang mengatur distribusi konten asusila melalui media elektronik. Tersangka terancam hukuman penjara sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Polres Batang juga mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarluaskan maupun mengakses konten serupa karena dapat menimbulkan konsekuensi hukum serta merugikan pihak-pihak yang terlibat. (A02)










Jadilah yang pertama berkomentar di sini