Info Market CPO
🗓 Update: Kamis, 7 Mei 2026 |18:20 WIB |Volume: 0.5K • 0.2K • 1K DMI • LOCO PARINDU • LOCO LUWU
HARGA CPO (WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15200 (IMT) 15220 (AGM) 15350 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15200 (IMT) 15220 (AGM) 15350 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14782 14455 (MNA) 14600 (PBI) 15000 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
15100 14693 14800 15275 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 1K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • Harga relatif stabil pada transaksi DMI
  • Selisih harga antar bidder sangat tipis
  • Masih terdapat lokasi tanpa penawaran
👥Sumber: Internal Market CPO
Trending

Video Asusila “Ihik-Ihik” Viral di Batang, Polisi Periksa Sepasang Kekasih dan Dalami Unsur Pidana

video asusila “ihik-ihik” viral di batang, polisi periksa sepasang kekasih dan dalami unsur pidana
Video viral dari Bandar (Istimewa)

Jakarta, Sinata.id – Peredaran video asusila yang dikenal dengan sebutan “ihik-ihik” menghebohkan warga Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Konten tersebut memperlihatkan sepasang kekasih dalam adegan tidak pantas dan dengan cepat menyebar luas di berbagai platform digital.

Merespons keresahan masyarakat, aparat dari Polres Batang bergerak cepat dengan memanggil pasangan yang diduga terlibat dalam video tersebut.

Advertisement

Polisi Lakukan Klarifikasi

Pada Selasa (21/4/2026), pasangan berinisial T-A (19) dan S-E (26), yang merupakan warga Kecamatan Bandar, dipanggil ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Batang untuk dimintai keterangan.

Kanit PPA Satreskrim Polres Batang, Maulidya Nur Maharanti, menjelaskan bahwa pemanggilan ini bertujuan untuk mengklarifikasi fakta di balik video yang telah meresahkan publik.

Baca Juga  Terungkap! Video Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit Diduga Rekayasa

“Langkah ini diambil sebagai respons atas laporan dan keresahan masyarakat terkait peredaran video tersebut,” ujarnya.

Didalami, Berpotensi Masuk Ranah Pidana

Pihak kepolisian menyatakan masih mendalami keterangan dari kedua individu tersebut. Tidak menutup kemungkinan, pemeriksaan akan diperluas kepada pihak lain yang diduga terlibat dalam proses pembuatan maupun penyebaran video.

Jika ditemukan unsur pelanggaran hukum, kasus ini berpotensi masuk ke ranah pidana, khususnya terkait distribusi konten asusila di ruang digital.

Imbauan Tegas ke Masyarakat

Polisi juga mengeluarkan imbauan keras kepada masyarakat agar tidak menyimpan, menyebarkan, atau memperjualbelikan video tersebut.

Selain melanggar norma, tindakan tersebut dapat berimplikasi hukum serius jika terbukti memenuhi unsur pidana. Aparat menegaskan bahwa pihak yang ikut menyebarkan konten berpotensi turut diproses secara hukum.

Baca Juga  Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri Part 2: Tahi Lalat hingga Jebakan Link Berbahaya

Fenomena Viral dan Risiko Hukum

Kasus ini kembali menegaskan bahaya penyebaran konten sensitif di era digital. Dalam banyak kasus, viralnya sebuah video justru memperluas dampak hukum, tidak hanya bagi pelaku utama tetapi juga penyebar.

Polisi mengingatkan pentingnya literasi digital dan kehati-hatian dalam menggunakan media sosial, terutama dalam menyikapi konten yang belum jelas sumber dan legalitasnya.(A07)

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini