Simalungun, Sinata.id – Ratusan warga yang tergabung dalam Petani Plasma Masyarakat Bersatu dari delapan nagori di Kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Simalungun, menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor PT Sipef, Senin (27/4/2026).
Pada aksi tersebut, massa menuntut perusahaan segera memenuhi kewajiban penyediaan kebun plasma sebesar 20 persen dari total Hak Guna Usaha (HGU) yang dikelola.
Salah satu orator, Suherman ST, menegaskan tuntutan itu harus dipenuhi. Ia menyebut, jika perusahaan tidak mampu merealisasikannya, masyarakat meminta operasional perusahaan dihentikan.
“Kami menuntut kewajiban plasma 20 persen dipenuhi. Jika tidak, kami minta perusahaan ditutup,” ujarnya di tengah aksi.
Selain kepada pihak perusahaan, massa juga mendesak Bupati Simalungun, H Anton Saragih, agar mencabut dan membatalkan perjanjian yang dibuat oleh kepala daerah sebelumnya.
Perwakilan massa lainnya, Sholeh Saragih didampingi Hendra Saragih, menyampaikan harapan agar pemerintah pusat turut turun tangan.
Mereka meminta Presiden Prabowo Subianto serta Komisi III DPR RI, khususnya Hinca Panjaitan, memanggil pihak perusahaan untuk memberikan penjelasan terkait persoalan plasma.
Tak hanya itu, pengunjuk rasa juga membawa sejumlah tuntutan lain. Di antaranya menolak kelompok plasma yang dibentuk oleh PT ESI (Sipef) dan meminta agar program plasma diberikan kepada masyarakat sekitar.
Mereka juga meminta pembatalan kesepakatan yang sebelumnya dibuat di Dinas Pertanian.
Massa turut mendesak agar dilakukan pemeriksaan terhadap jajaran manajemen perusahaan, mulai dari manajer plasma hingga direktur.
Selain itu, massa petani juga meminta aparat memeriksa oknum pangulu yang diduga terlibat, serta mendesak Bupati Simalungun mencabut surat keputusan sebelumnya dan mengembalikan lahan di luar konsesi kepada masyarakat.
Aksi berlangsung tertib dengan pengawalan aparat keamanan. Perwakilan perusahaan yang hadir di lokasi menerima aspirasi massa dan berjanji akan menyampaikannya kepada manajemen.
“Kami akan meneruskan seluruh aspirasi ini kepada manajemen,” ujar perwakilan perusahaan kepada massa aksi. (A18)










Jadilah yang pertama berkomentar di sini