Mexico, Sinata.id – Keberadaan Nemesio Rubén Oseguera Cervantes alias El Mencho akhirnya terlacak setelah aparat militer Meksiko membuntuti pergerakan seorang perempuan yang disebut sebagai kekasihnya. Informasi itu menjadi kunci operasi pasukan khusus yang berujung baku tembak di Tapalpa, Negara Bagian Jalisco, Minggu (22/2), dan menewaskan pemimpin kartel itu dalam perjalanan menuju fasilitas medis.
Menteri Pertahanan Meksiko, Jenderal Ricardo Trevilla, menyatakan aparat mengidentifikasi seorang rekan dekat perempuan tersebut dan mengikutinya hingga ke wilayah pegunungan di Tapalpa. Perempuan itu disebut datang pada Jumat untuk menemui El Mencho di lokasi persembunyian yang berada di area berhutan dengan sejumlah kabin terpencil.
Menurut Trevilla, setelah perempuan itu meninggalkan lokasi, pasukan memastikan target berada di area tersebut. Informasi tambahan dari intelijen Amerika Serikat memperkuat konfirmasi posisi buronan yang telah lama dicari otoritas kedua negara.
Operasi penangkapan digelar dini hari dengan melibatkan Angkatan Darat dan Garda Nasional Meksiko. Enam helikopter dikerahkan untuk membentuk pengepungan darat dan udara, sementara Angkatan Udara memberikan dukungan pengintaian. Presiden Claudia Sheinbaum dilaporkan menerima pembaruan situasi secara berkala selama operasi berlangsung.
Baca juga: Sosok El Mencho: Dari Polisi Pinggiran Jadi Otak Kejahatan Paling Diburu AS
Saat pasukan mendekat, kelompok bersenjata yang diduga anggota Cartel de Jalisco Nueva Generacion (CJNG) melakukan perlawanan. Baku tembak terjadi di beberapa titik. Delapan pria bersenjata dilaporkan tewas di lokasi kejadian. El Mencho bersama dua pengawalnya berupaya melarikan diri ke semak belukar di kawasan hutan, namun akhirnya ditemukan dan kembali terlibat kontak senjata.
Dalam insiden tersebut, satu helikopter militer melakukan pendaratan darurat setelah terkena tembakan. Tiga prajurit mengalami luka-luka dan dua orang diamankan. Aparat juga menyita sejumlah senjata berat, termasuk peluncur roket.
El Mencho dan dua pengawalnya yang terluka sempat diterbangkan dengan helikopter untuk mendapatkan perawatan medis. Namun, menurut keterangan resmi, ketiganya meninggal dunia dalam perjalanan akibat luka kritis. Jenazah kemudian dialihkan penerbangannya ke Mexico City untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan di Jalisco.
Secara keseluruhan, lebih dari 70 orang dilaporkan tewas dalam rangkaian operasi dan kekerasan susulan yang terjadi setelah kontak senjata, termasuk aparat keamanan dan pihak yang diduga terkait kartel.
El Mencho selama ini dikenal sebagai salah satu buronan paling dicari oleh otoritas Meksiko dan Amerika Serikat atas dugaan keterlibatan dalam kejahatan terorganisasi dan perdagangan narkotika lintas negara. Operasi di Tapalpa disebut sebagai hasil koordinasi intelijen jangka panjang antara kedua negara. (A58)









Jadilah yang pertama berkomentar di sini