Info Market CPO
πŸ—“ Update: Senin, 4 Mei 2026 |15:05 WIB |Volume: 0.5K β€’ 0.3K β€’ 0.2K β€’DMI β€’ FOB TDUKU β€’ LOCO PARINDU β€’ LOCO KEMBAYAN β€’ LOCO NGABANG β€’ LOCO LUWU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K Β· DMI
15400 15297 (PAA) 15300 (AGM) 15415 EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K Β· DMI
15400 15297 (PAA) 15300 (AGM) 15145 EUP ACC
N6 N4 (N6)
Vol: 0.5K Β· FOB TDUKU
15198 (PRISCOLIN) 15097 (PAA) 15100 (AGM) 15215 PRISCOLIN ACC
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K Β· LOCO PARINDU
14875 14589 (MNA) 14700 (PBI) 15065 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K Β· LOCO KEMBAYAN
14850 14589 (MNA) 14600 (PBI) 14965 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K Β· LOCO NGABANG
15035 14589 (MNA) 14700 (PBI) 15065 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K Β· LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi pada transaksi DMI
  • PRISCOLIN unggul pada FOB TDUKU
  • Segmen LOCO masih cenderung melemah dan belum merata
πŸ‘₯Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
DuniaSains & Teknologi

Jepang Kembangkan Drone dari Kardus, Produksi Cepat-Biaya Rendah

jepang kembangkan drone dari kardus, produksi cepat-biaya rendah
Jepang kembangkan drone dari bahan kardus. foto: fwa

Tokyo, Sinata.id – Kementerian Pertahanan Jepang mulai melirik teknologi drone berbiaya rendah berbahan dasar kardus yang dikembangkan startup lokal, Air Kamuy, di tengah perubahan strategi perang modern yang menekankan penggunaan perangkat tak berawak produksi massal.

Langkah ini ditandai dengan pertemuan antara otoritas pertahanan Jepang dan Air Kamuy untuk membahas potensi pemanfaatan drone ringan berbasis kardus bergelombang, dikutip dari TechSpot, Senin (4/5/2026)

Advertisement

Inisiatif ini muncul seiring meningkatnya peran drone murah sekali pakai dalam konflik bersenjata, yang dinilai mampu memberikan dampak strategis dengan biaya jauh lebih rendah dibandingkan sistem persenjataan konvensional.

Produk yang menjadi perhatian adalah AirKamuy 150, drone bersayap tetap multifungsi yang dirancang dengan konstruksi sederhana.

Baca Juga  Jepang Keluarkan Protes Resmi ke China Atas Tuduhan β€œMiliterisme”

Perangkat ini dikembangkan sebagai alternatif yang lebih mudah diproduksi dan dioperasikan dibandingkan model sejenis yang telah digunakan di berbagai medan tempur.

Dari sisi biaya, AirKamuy 150 diklaim jauh lebih ekonomis. Satu unitnya diperkirakan diproduksi dengan biaya maksimal sekitar USD 3.000, lebih rendah dibandingkan drone sekelas yang bisa mencapai sekitar USD 10.000 per unit.

Selain itu, bobotnya yang ringan memungkinkan kecepatan maksimum hingga sekitar 119 kilometer per jam.

Keunggulan lain terletak pada proses manufaktur. Drone ini dapat dirakit secara manual dalam waktu sekitar lima menit tanpa memerlukan fasilitas produksi khusus.

Struktur rangkanya juga dapat dilipat hingga datar, sehingga memudahkan distribusi dan penyimpanan dalam jumlah besar.

Baca Juga  Jepang Dilanda Badai Salju Mematikan, 30 Orang Tewas dan Pasukan Bela Diri Jepang Turun Tangan

Air Kamuy saat ini memasarkan produknya untuk kebutuhan sipil dan pelatihan, seperti target latihan dan pengiriman darurat. Namun, keterlibatan Kementerian Pertahanan Jepang menunjukkan adanya peluang pengembangan lebih lanjut untuk aplikasi militer.

Salah satu skenario penggunaan yang dikaji adalah serangan berbasis kawanan (swarm), di mana sejumlah besar drone diluncurkan secara bersamaan untuk menembus sistem pertahanan.

Konsep ini dinilai relevan dengan tren teknologi militer yang mengandalkan koordinasi otomatis berbasis perangkat lunak.

Meski demikian, drone berbahan kardus ini memiliki keterbatasan pada daya jelajah. AirKamuy 150 menggunakan tenaga listrik dengan durasi terbang sekitar 80 menit, sehingga jangkauannya lebih pendek dibandingkan drone berbahan bakar konvensional yang dapat menempuh ratusan kilometer. (A58)

Baca Juga  Fenomena Langit April 2026, Pink Moon dan Hujan Meteor Hiasi Langit Malam Indonesia

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini