Pennsylvania, Sinata.id — Seorang anak laki-laki berusia 11 tahun bernama Clayton Dietz didakwa melakukan pembunuhan terhadap ayah angkatnya, Douglas Dietz (42), di kediaman mereka di Duncannon, Perry County, Pennsylvania, Amerika Serikat (AS).
Insiden tragis ini terjadi pada 13 Januari 2026, bertepatan dengan hari ulang tahun pelaku.
Berdasarkan dokumen pengadilan, peristiwa bermula sesaat setelah tengah malam usai perayaan ulang tahun Clayton. Perselisihan muncul ketika korban menyita konsol Nintendo Switch milik Clayton dan menyimpannya di dalam brankas senjata. Merasa tidak terima, bocah tersebut mencari kunci brankas di kamar orang tuanya.
Niat awal mencari konsol gim berubah menjadi tragedi ketika Clayton justru menemukan sebuah revolver di dalam brankas. Pennsylvania State Police melaporkan bocah itu kemudian mengisi peluru ke dalam senjata api dan melepaskan tembakan ke arah kepala ayahnya yang sedang tertidur.
Baca juga:Zetro Leonardo Purba, Diplomat RI Tewas Ditembak di Peru
Istri korban, Jillian Dietz, terbangun karena suara ledakan dan bau mesiu. Ia menemukan suaminya sudah tidak bernyawa di tempat tidur. Tak lama kemudian, Clayton masuk ke kamar sambil berteriak memberi tahu kematian ayahnya. Namun, saat diinterogasi di dapur rumah, ia mengakui perbuatannya kepada polisi.
Dalam keterangan kepada penyidik, Clayton mengaku emosi dan tidak mempertimbangkan konsekuensi tindakannya. Ia bahkan menyebut ayahnya sebagai target yang memang ingin ditembak. Pengakuan tersebut menjadi bukti penting dalam dakwaan criminal homicide yang diajukan jaksa.
Didakwa sebagai Orang Dewasa
Clayton kini ditahan di Perry County Prison tanpa jaminan setelah menjalani sidang awal di New Bloomfield pada pertengahan Februari 2026. Mengingat beratnya tuduhan, ia didakwa dengan status orang dewasa.
Pengacara pembela, Dave Wilson, menyatakan pihaknya akan mengupayakan agar perkara ini dipindahkan ke pengadilan anak (juvenile court).
Baca juga:Zetro Leonardo Purba Ditembak Saat Bersepeda dengan Istri
Keluarga Dietz diketahui telah mengadopsi Clayton sejak 2018. Saat penangkapan, petugas juga mencatat adanya luka memar di wajah bocah tersebut.
Kasus ini masih dalam penyelidikan dan menjadi perhatian luas di AS, terutama terkait isu keamanan senjata api di lingkungan keluarga serta prosedur hukum bagi pelaku tindak pidana di bawah umur. (A02)









Jadilah yang pertama berkomentar di sini