Islamabad, Sinata.id β Dentuman senjata yang selama berminggu-minggu mengguncang perbatasan Pakistan dan Afghanistan akhirnya mereda, setidaknya untuk sementara. Di tengah eskalasi konflik yang menewaskan ratusan orang, kedua negara sepakat menekan tombol jeda: gencatan senjata sementara menjelang Idulfitri.
Dikutip Kamis (19/3/2026), kesepakatan ini datang di saat paling genting. Tiga pekan terakhir, kawasan perbatasan berubah menjadi zona perang terbuka, diwarnai serangan udara, artileri, hingga operasi lintas batas yang saling dibalas.
Kesepakatan penghentian sementara konflik mulai berlaku menjelang Lebaran, sebagai bagian dari upaya meredakan ketegangan yang nyaris tak terkendali. Langkah ini juga didorong oleh mediasi sejumlah negara seperti Arab Saudi, Turki, dan Qatar.
Namun, gencatan ini lahir bukan dari situasi damai, melainkan dari puncak tragedi.
Beberapa hari sebelumnya, serangan udara mematikan menghantam sebuah fasilitas di Kabul yang diklaim sebagai pusat rehabilitasi. Otoritas Afghanistan menyebut lebih dari 400 orang tewas, sementara Pakistan membantah menargetkan warga sipil dan menyatakan serangan diarahkan ke infrastruktur militan.
Peristiwa itu menjadi titik balik, memicu tekanan internasional sekaligus membuka jalan bagi jeda konflik.
Gencatan senjata ini bersifat sementara, hanya berlangsung selama periode Idulfitri. Di atas kertas, kedua pihak sepakat menghentikan operasi militer. Namun di lapangan, ketegangan belum benar-benar hilang.
Kelompok militan Tehrik-e-Taliban Pakistan (TTP) bahkan ikut mengumumkan penghentian serangan selama tiga hari untuk menghormati Lebaran.
Meski begitu, kedua negara tetap memasang nada waspada. Pakistan menegaskan akan kembali melakukan operasi jika ada provokasi, sementara pihak Taliban Afghanistan juga menyiratkan hal serupa.
Di balik gencatan ini, persoalan utama tetap membara. Pakistan menuduh Afghanistan menjadi tempat berlindung kelompok militan yang menyerang wilayahnya. Tuduhan ini berulang kali dibantah oleh Kabul.
Konflik ini sendiri telah meningkat drastis sejak Februari 2026, bahkan sempat disebut sebagai βperang terbukaβ oleh pejabat Pakistan.
Dengan akar masalah yang belum terselesaikan, mulai dari isu keamanan lintas batas hingga sengketa wilayah Durand Line, para analis menilai gencatan ini hanya bersifat jeda, bukan solusi. [a46]









Jadilah yang pertama berkomentar di sini