Info Market CPO
πŸ—“ Update: Rabu, 13 Mei 2026 |18:41 WIB |Volume: 0.5K β€’ 0.5K β€’ 0.2K β€’ 2.6K β€’DMI β€’ DMI β€’ LOCO PARINDU β€’ FOB PALOPO
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K Β· DMI
14975 14918 (AGM) 14907 (PAA) 15100 EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K Β· DMI
14975 14918 (AGM) 14907 (PAA) 15100 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K Β· LOCO PARINDU
14535 14399 (MNA) 14400 (PBI) 14750 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K Β· FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi transaksi DMI Persaingan harga masih cukup kompetitif antar bidder Tender LOCO PARINDU berakhir WD Tender FOB PALOPO belum terdapat bidder
πŸ‘₯Sumber: Internal Market CPO
Model
Nasional

Menteri Pertanian: Cadangan Menuju 5 Juta Ton, Stok Beras Nasional Sangat Kuat

menteri pertanian: cadangan menuju 5 juta ton, stok beras nasional sangat kuat
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman (Kementan)

Jakarta, Sinata.id – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan stok beras nasional berada dalam kondisi sangat kuat. Cadangan beras saat ini telah mencapai sekitar 4 juta ton dan diperkirakan meningkat hingga mendekati 5 juta ton dalam waktu dekat.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam Sidang Kabinet Paripurna yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara Jakarta, Jumat kemarin.

Advertisement

Menurut Amran, angka tersebut merupakan cadangan beras tertinggi sepanjang sejarah dan dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan nasional hingga ratusan hari ke depan.

Ia menjelaskan, stok yang tersedia saat ini bahkan diperkirakan mampu mencukupi kebutuhan beras hingga sekitar 324 hari.

Selain beras, Amran juga melaporkan perkembangan positif pada sejumlah komoditas strategis lain di sektor pertanian. Salah satunya peningkatan kinerja ekspor minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO).

Baca Juga  Netizen Ungkap Angka Janggal Anggaran Bantuan Kementan, Harga Beras dan Biaya β€˜Lain-Lain’ Rp6,8 Miliar

Berdasarkan data yang dipaparkan, total produksi industri sawit nasional mencapai sekitar 56 juta ton. Dari jumlah tersebut, ekspor berbagai produk turunan sawit tercatat menembus 32 juta ton.

Kinerja sektor pertanian juga tercermin dari kontribusinya terhadap perekonomian nasional. Amran menyebut produk domestik bruto sektor pertanian mencapai 5,74 persen, tertinggi dalam 25 tahun terakhir.

Ia menambahkan, indikator kesejahteraan petani yang tercermin dari Nilai Tukar Petani (NTP) juga menunjukkan tren positif. Saat ini, NTP tercatat berada pada angka 125,45.

Menurut Amran, capaian tersebut dipengaruhi sejumlah kebijakan pemerintah, termasuk deregulasi sektor pertanian, efisiensi anggaran, serta transformasi kebijakan produksi pangan.

Ia juga menyinggung kebijakan kenaikan harga pembelian pemerintah (HPP) serta penurunan harga pupuk sekitar 20 persen yang dinilai turut mendorong peningkatan kesejahteraan petani.

Baca Juga  Komnas HAM Didesak Segera Tegaskan Status Perkara Penyiraman Aktivis KontraS

Menanggapi laporan tersebut, Presiden Prabowo menyatakan kondisi ketahanan pangan nasional saat ini menunjukkan fondasi yang kuat.

Meski demikian, Presiden mengingatkan pentingnya terus memantau berbagai komoditas pangan, terutama sumber protein bagi masyarakat.

Menurutnya, sektor perikanan, baik perikanan darat maupun tangkap di laut, memiliki potensi besar untuk memenuhi kebutuhan protein nasional.

Pemerintah optimistis penguatan sektor pertanian dan pangan akan semakin memperkokoh ketahanan pangan nasional sekaligus mendorong tercapainya swasembada pangan secara berkelanjutan. (A18)

Sumber: Kementan

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini