Info Market CPO
🗓 Update: Kamis, 7 Mei 2026 |18:20 WIB |Volume: 0.5K • 0.2K • 1K DMI • LOCO PARINDU • LOCO LUWU
HARGA CPO (WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15200 (IMT) 15220 (AGM) 15350 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15200 (IMT) 15220 (AGM) 15350 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14782 14455 (MNA) 14600 (PBI) 15000 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
15100 14693 14800 15275 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 1K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • Harga relatif stabil pada transaksi DMI
  • Selisih harga antar bidder sangat tipis
  • Masih terdapat lokasi tanpa penawaran
👥Sumber: Internal Market CPO
Nasional

Ketua Banggar DPR Usul Kantin Sekolah Jadi Dapur MBG

ketua banggar dpr, said abdullah, usulkan kantin sekolah jadi dapur makan bergizi gratis (mbg) agar distribusi lebih mudah dan standar gizi anak terjamin.
Ilustrasi. (merdekacom)

Sinata.id – Beban kerja dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai terlalu berat jika harus menyiapkan ribuan porsi setiap hari. Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah, mengusulkan solusi tak biasa, yakni menjadikan kantin sekolah sebagai dapur MBG.

Said menyampaikan gagasan itu di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (29/9/2025). Menurutnya, penyediaan makanan sehat untuk anak didik tidak bisa hanya bergantung pada satuan pelayanan yang harus mengolah hingga 3.000 porsi per hari.

Advertisement

“Kalau bebannya segitu besar, sulit dikerjakan. Lebih baik diperkecil jadi 1.000 porsi, atau pemerintah mengambil langkah ekstrem: dapur MBG langsung ditempatkan di sekolah-sekolah,” tegas Said.

Kantin Sekolah Disulap Jadi Dapur Bergizi

Politikus PDI Perjuangan itu menjelaskan, kantin sekolah bisa direhabilitasi dan dilengkapi peralatan modern untuk memenuhi kebutuhan gizi siswa.

Baca Juga  Aksi Perusakan Tempat Ibadah di Sumatera Barat Dikecam, Negara Diminta Tegakkan Hukum dan Lindungi Minoritas

Dapur tersebut hanya melayani konsumsi di sekolah masing-masing, sehingga rantai distribusi lebih pendek dan terjamin kebersihannya.

“Kalau kantin direhab, dicek sanitasinya, dan fokus hanya untuk sekolah itu saja, hasilnya tentu lebih maksimal,” ujarnya.

Said menegaskan MBG adalah salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto.

Program ini digagas untuk memastikan anak-anak Indonesia tumbuh dengan asupan gizi yang cukup.

Namun, ia mengingatkan bahwa persoalan bukan semata soal anggaran.

Ada aspek mekanisme dan keahlian yang juga harus dievaluasi.

“Kalau pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh, saya yakin masalah anggaran bukan lagi hambatan, karena targetnya pasti tercapai,” katanya.

Dalam rapat itu, Said mengungkap fakta mengejutkan, dari 5.823 dapur MBG yang ada, hanya 34 yang memiliki Sertifikasi Laik Higienis Sanitasi (SLHS).

Baca Juga  Pemerintah Hentikan Sementara Dapur MBG, Investigasi Keracunan Massal Dimulai

Artinya, ribuan dapur lainnya masih belum memenuhi standar kebersihan yang seharusnya.

“Ini bukan soal jumlah saja, tapi juga soal expert. Kalau yang punya lisensi higienis cuma 34, tentu kualitasnya jadi pertanyaan,” tuturnya.

Mengurangi Beban SPPG

Said menambahkan, penyediaan 3.000 porsi per hari terlalu besar untuk satu dapur pelayanan.

Sebaiknya, tiap SPPG hanya mengurus 1.000 anak.

Selain lebih realistis, cara ini juga mencegah risiko makanan tidak tersimpan baik karena keterbatasan fasilitas penyimpanan dingin.

“Kalau 3.000 porsi, sementara tidak ada cool storage atau gudang pendingin, lalu belanja harian, jelas tidak mungkin bisa berjalan efektif,” pungkasnya. (A46)

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini