Teheran, Sinata.id – Amerika Serikat (AS) disebut mengalami kerugian besar selama tiga pekan pertama konflik dengan Iran.
Nilai kerugian diperkirakan mencapai US$1,4 miliar hingga US$2,9 miliar atau sekitar Rp23 triliun sampai Rp49 triliun.
Mantan pejabat anggaran Kementerian Pertahanan AS yang kini bekerja di American Enterprise Institute, Elaine McCusker, menyebut kerugian tersebut berasal dari hancurnya sejumlah aset militer akibat serangan balasan Iran.
Laporan The Wall Street Journal yang dikutip Anadolu Agency, Sabtu (28/3/2026), menyebutkan kerugian itu sebagian besar dipicu oleh serangan rudal dan drone Iran.
Sejumlah peralatan militer yang terdampak antara lain jet tempur F-15E yang jatuh akibat insiden salah tembak, serta jet tempur siluman F-35 yang mengalami kerusakan dan harus melakukan pendaratan darurat usai menjalankan misi tempur.
Selain itu, dua pesawat pengisian bahan bakar KC-135 dilaporkan bertabrakan di Irak yang menewaskan enam awak, serta lima unit lainnya mengalami kerusakan akibat serangan rudal Iran di pangkalan militer Arab Saudi.
Tak hanya itu, kapal induk USS Gerald R. Ford juga dilaporkan mengalami kerusakan dan saat ini menjalani perbaikan di Teluk Souda, Yunani.
Sebagai respons, Pentagon berencana mengajukan tambahan anggaran hingga US$200 miliar untuk mengganti sistem militer yang rusak. Namun, laporan kerugian tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.
Konflik di kawasan Timur Tengah memanas sejak 28 Februari 2026, setelah AS bersama Israel melancarkan serangan terhadap Iran. Serangan tersebut memicu balasan dari Iran yang menargetkan aset militer AS dan sekutunya di kawasan Teluk.
Iran juga menutup Selat Hormuz, jalur strategis yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas dunia. Penutupan ini berdampak pada terganggunya distribusi energi global dan kenaikan harga bahan bakar di sejumlah negara.
Hingga kini, konflik masih berlangsung. AS mengklaim Iran bersedia membuka peluang negosiasi gencatan senjata. Namun, pemerintah Iran menolak berunding sebelum sejumlah syarat dipenuhi, termasuk penghentian serangan secara permanen dan pemberian kompensasi atas kerugian yang dialami.
Di sisi lain, laporan menyebutkan sedikitnya belasan pesawat militer AS mengalami kerusakan atau hancur, termasuk drone MQ-9 Reaper dan sejumlah jet tempur. Meski demikian, beberapa klaim dari pihak Iran, seperti penembakan jet tempur F/A-18, telah dibantah oleh Pentagon melalui Komando Pusat (CENTCOM). (A02)










Jadilah yang pertama berkomentar di sini