Info Market CPO
🗓 Update: Kamis, 30 April 2026 |18:09 WIB |Volume: 0.5K • 0.3K • 0.2K DMI • FOB TDUKU • LOCO PARINDU • LOCO KEMBAYAN • LOCO NGABANG • LOCO LUWU
HARGA CPO (WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15312 15225 (KJA) 15400 (AGM) 15450 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15312 15225 (KJA) 15205 15450 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.5K · FOB TDUKU
15112 (PRISCOLIN) 14995 (MM) 15000 (AGM) 15250 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14787 14490 (MNA) 14600 (PBI) 15100 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K · LOCO KEMBAYAN
14762 14490 (MNA) 14500 (PBI) 15000 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
14947 14490 (MNA) 14600 (PBI) 15100 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • Pasar cenderung melemah pada beberapa lokasi LOCO
  • Persaingan harga cukup ketat antar bidder
  • Masih terdapat beberapa grade tanpa penawaran
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
Hukum & Peristiwa

Kasus Daycare Yogyakarta: 53 Anak Jadi Korban, 13 Tersangka Sudah Ditetapkan

kasus daycare yogyakarta: 53 anak jadi korban, 13 tersangka sudah ditetapkan
Daycare Little Aresha, Kota Yogyakarta, dipasang garis polisi. (antara)

Yogyakarta, Sinata.id — Aktivitas di sekitar tempat penitipan anak (daycare) Little Aresha di kawasan Umbulharjo, Kota Yogyakarta, terpantau sepi setelah lokasi tersebut disegel aparat kepolisian, Minggu (26/4/2026).

Daycare tersebut sebelumnya digerebek polisi pada Jumat (24/4/2026) terkait dugaan kasus penganiayaan terhadap anak-anak yang dititipkan. Dalam kasus ini, polisi telah menetapkan 13 orang sebagai tersangka.

Advertisement

Selain dugaan kekerasan, daycare Little Aresha juga diketahui tidak memiliki izin operasional, baik dari Dinas Pendidikan maupun instansi perizinan terkait.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk serta Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Yogyakarta, Retnaningtyas, mengatakan pihaknya saat ini fokus pada perlindungan dan pemulihan korban.

Baca Juga  Terungkap! Ketua Yayasan dan Kepsek Daycare Jogja Perintahkan Bayi Diikat, 13 Tersangka Ditahan

“Kami sedang mendata seluruh anak dan orang tua untuk memberikan pendampingan psikologis serta bantuan hukum melalui UPTD PPA,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala DP3AP2 DIY, Erlina Hidayati Sumardi, menegaskan bahwa segala bentuk kekerasan terhadap anak merupakan pelanggaran serius terhadap hak asasi manusia dan tidak dapat ditoleransi.

“Kami menyampaikan simpati mendalam kepada anak-anak korban dan keluarga yang terdampak. Anak adalah amanah yang harus dijaga bersama,” katanya.

Pemerintah daerah juga memberikan pendampingan psikososial kepada para korban serta dukungan kepada keluarga melalui layanan terpadu. Selain itu, evaluasi terhadap sistem pengawasan dan perizinan lembaga penitipan anak turut dilakukan.

Polresta Yogyakarta mencatat, sebanyak 103 anak pernah dititipkan di daycare tersebut. Dari jumlah itu, 53 anak terverifikasi diduga mengalami kekerasan fisik maupun verbal.

Baca Juga  Remaja 17 Tahun Dibacok di Gunung Maligas, Polisi Tangkap Pelaku Dini Hari

Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta, Kompol Riski Adrian, mengungkapkan korban berusia mulai dari bayi 0–3 bulan hingga balita di bawah dua tahun. Ia menduga tindakan kekerasan telah berlangsung cukup lama, mengingat masa kerja pengasuh yang lebih dari satu tahun.

Hasil pemeriksaan medis menunjukkan berbagai jenis luka pada tubuh korban, seperti kulit melepuh, bekas cubitan, cakaran, luka di punggung, hingga luka di bagian bibir. Sejumlah anak juga dilaporkan mengalami gangguan kesehatan, termasuk infeksi paru-paru.

Riski juga menjelaskan kondisi tempat penitipan yang tidak layak. Dalam satu ruangan berukuran sekitar 3×3 meter, terdapat hingga 20 anak.

“Anak-anak diduga ditelantarkan, bahkan ada yang diikat tangan dan kakinya. Kondisi ini jelas tidak manusiawi,” ungkapnya.

Baca Juga  Operasi Keselamatan Toba 2026 Digelar di Pematangsiantar, Ini Sasaran Pelanggarannya

Kasus ini memicu kemarahan publik, terutama para orang tua. Di media sosial, sejumlah orang tua mengunggah kesaksian dan bukti terkait dugaan perlakuan tidak layak terhadap anak-anak mereka.

Pihak kepolisian memastikan proses hukum akan terus berjalan, sementara pemerintah daerah berkomitmen memperkuat sistem pengawasan serta mekanisme pengaduan untuk mencegah kejadian serupa terulang. (A02)

 

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini