Jakarta, Sinata.id – Presiden Prabowo Subianto dikabarkan akan kembali melakukan perombakan atau reshuffle Kabinet Merah Putih di Istana Negara, Senin (27/4/2026).
Salah satu nama yang mencuat adalah Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Mohammad Jumhur Hidayat. Ia disebut-sebut akan dilantik sebagai menteri, meski posisi yang akan diembannya belum diungkapkan.
Saat dikonfirmasi, Jumhur memberikan sinyal terkait kabar tersebut.
“Lihat saja nanti pukul 15.00 WIB,” ujarnya singkat.
Jika benar dilantik, kehadiran Jumhur dinilai menjadi representasi kalangan buruh dalam Kabinet Merah Putih. Selain posisi menteri, reshuffle kali ini juga disebut menyasar sejumlah jabatan strategis di tingkat kepala badan.
Berdasarkan informasi yang beredar, posisi Kepala Kantor Staf Presiden (KSP), Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), serta Kepala Badan Karantina Nasional akan mengalami pergantian.
Nama Muhammad Qodari yang saat ini menjabat sebagai Kepala KSP disebut akan mendapat tugas baru sebagai juru bicara presiden sekaligus Kepala Bakom. Sementara itu, posisi KSP dikabarkan akan diisi oleh mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Dudung Abdurachman.
Di sisi lain, politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Kadir Karding, disebut akan dilantik sebagai Kepala Badan Karantina Nasional. Ia sebelumnya pernah menjabat sebagai Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) pada awal masa pemerintahan Prabowo.
Nama lain yang turut mencuat adalah Hasan Nasbi. Ia dikabarkan akan mengemban jabatan sebagai utusan khusus presiden bidang komunikasi. Sebelumnya, Hasan menjabat sebagai Kepala President Communication Office (PCO).
Menanggapi isu reshuffle, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya meminta publik menunggu pengumuman resmi dari Presiden.
“Tunggu saja, nanti Bapak Presiden yang akan menyampaikan,” ujarnya.
Jumhur Tiba di Istana
Jumhur terlihat tiba di Istana Kepresidenan di tengah isu reshuffle kabinet.
Ia datang sekitar pukul 14.00 WIB dengan mengenakan setelan jas hitam dan dasi biru muda. Ia tampak didampingi oleh keluarganya.
Saat ditemui awak media, Jumhur memilih irit bicara dan meminta publik menunggu hingga acara selesai.
Tak lama berselang, Kepala Kantor Staf Kepresidenan, M. Qodari, juga terlihat tiba di lokasi.
Reshuffle Disebut Hak Prerogatif Presiden
Presiden Prabowo dikabarkan akan melakukan reshuffle kabinet pada hari ini. Menanggapi hal tersebut, Qodari menegaskan bahwa perombakan kabinet merupakan hak prerogatif Presiden.
“Itu semua prerogatif Presiden. Kita tunggu saja perkembangan dari beliau,” kata Qodari melalui pesan singkat.
Isu perombakan kabinet sendiri telah mencuat dalam beberapa waktu terakhir. Sejumlah nama menteri disebut masuk dalam bursa pergantian, termasuk Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Pratikno.
Sementara itu, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya juga ранее menyampaikan agar publik menunggu keputusan resmi dari Presiden terkait isu tersebut.
Riwayat Reshuffle Terakhir
Diketahui, Presiden Prabowo terakhir kali melakukan reshuffle pada 5 Februari 2026. Saat itu, ia melantik Juda Agung sebagai Wakil Menteri Keuangan.
Juda Agung menggantikan Thomas Djiwandono yang kemudian menjabat sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Istana belum memberikan keterangan resmi terkait daftar nama pejabat yang akan dilantik dalam reshuffle kali ini. (A02)









Jadilah yang pertama berkomentar di sini