Medan, Sinata.id – PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divisi Regional (Divre) I Sumatera Utara (Sumut) menertibkan enam titik perlintasan sebidang tidak resmi di wilayah operasionalnya sepanjang Mei 2026.
Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan, terutama saat momentum libur panjang peringatan Kenaikan Yesus Kristus yang menyebabkan mobilitas masyarakat meningkat signifikan.
Pelaksana Tugas (Plt) Manager Humas KAI Divre I Sumut, Anwar Yuli Prastyo, mengatakan penertiban dilakukan secara bertahap untuk meminimalkan potensi kecelakaan di perlintasan sebidang ilegal.
“Penertiban perlintasan dilakukan secara bertahap untuk mengurangi potensi kecelakaan serta memastikan keselamatan perjalanan kereta api maupun pengguna jalan, terutama di tengah peningkatan animo masyarakat untuk bepergian saat libur panjang,” ujar Anwar, Kamis (14/5/2026).
Enam titik perlintasan yang ditertibkan tersebar di tiga daerah, yakni Kota Tebing Tinggi, Kabupaten Asahan, dan Kabupaten Labuhanbatu Utara.
Berikut lokasi perlintasan yang ditertibkan:
Kota Tebing Tinggi
KM 82+100 petak jalan Tebing Tinggi–Lidah Tanah
KM 03+200 petak jalan Tebing Tinggi–Bajalingge
Kabupaten Asahan
KM 21+300 petak jalan Teluk Dalam–Puluraja
KM 22+400 petak jalan Teluk Dalam–Puluraja
Kabupaten Labuhanbatu Utara
KM 39+500 petak jalan Puluraja–Aek Loba
KM 39+900 petak jalan Puluraja–Aek Loba
Selain melakukan penertiban fisik, KAI juga terus menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat di sekitar jalur rel agar tidak membuka akses jalan ilegal yang berpotensi membahayakan perjalanan kereta api.
Berdasarkan data KAI Divre I Sumut, sebanyak 21.980 tiket telah terjual untuk periode keberangkatan 14 hingga 17 Mei 2026.
Khusus pada Kamis (14/5/2026), tercatat sebanyak 7.092 pelanggan telah melakukan pemesanan tiket hingga pagi hari.
Untuk menghindari antrean di stasiun, KAI mengimbau masyarakat memanfaatkan layanan digital melalui aplikasi Access by KAI maupun situs resmi pemesanan tiket.
“Kami mengimbau masyarakat memanfaatkan kanal digital tersebut. Selain lebih efisien, calon pelanggan tidak perlu datang langsung ke stasiun hanya untuk memesan tiket sehingga perencanaan perjalanan menjadi lebih praktis dan pasti,” tutupnya. (SN14)










Jadilah yang pertama berkomentar di sini