JAKARTA, Sinata.id – Pemerintah Iran menuduh Amerika Serikat melakukan diskriminasi terhadap tim nasional sepak bolanya.
Sejumlah anggota staf dan pejabat federasi dilaporkan tidak memperoleh visa untuk menghadiri Piala Dunia 2026, sebagaimana dikutip dari BBC Sport, Sabtu (6/6/2026).
Tuduhan itu muncul hanya beberapa jam setelah pemerintah Amerika Serikat mengonfirmasi bahwa para pemain tim nasional Iran serta staf pendukung yang dianggap diperlukan telah mendapatkan izin masuk untuk mengikuti turnamen yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Dalam pernyataannya, pemerintah AS menegaskan visa telah diberikan kepada para pemain dan staf yang dibutuhkan untuk menjalani kompetisi.
Namun Washington juga menekankan bahwa Iran tidak akan diizinkan memanfaatkan ajang olahraga tersebut untuk memasukkan individu yang dianggap berisiko keamanan ke wilayah Amerika Serikat.
Pernyataan tersebut memicu reaksi keras dari Kedutaan Besar Iran di Turki. Teheran menilai keputusan itu sebagai bentuk campur tangan politik dalam olahraga dan perlakuan diskriminatif terhadap tim nasional mereka.
Iran mengklaim sebagian besar staf manajerial, pejabat eksekutif, serta penasihat teknis tim tidak memperoleh visa masuk ke Amerika Serikat.










Jadilah yang pertama berkomentar di sini