Budapest, Sinata.id – Arsenal menutup babak pertama final Liga Champions 2026 dengan keunggulan 1-0 atas Paris Saint-Germain (PSG) di Puskás Aréna, Sabtu (30/5/2026) malam WIB.
Gol cepat Kai Havertz pada menit keenam menjadi pembeda dalam duel sengit dua raksasa Eropa tersebut.
Sejak peluit kick-off dibunyikan, Arsenal langsung tampil agresif dengan tekanan tinggi yang membuat PSG kesulitan mengembangkan permainan. Strategi yang diterapkan Mikel Arteta terbukti efektif dalam meredam kreativitas lini depan Les Parisiens.
Gol yang membawa Arsenal unggul lahir pada menit keenam. Berawal dari sapuan kurang sempurna Marquinhos, bola membentur tubuh Leandro Trossard dan jatuh tepat ke jalur lari Kai Havertz.
Penyerang asal Jerman itu tanpa ragu menggiring bola ke sisi kiri kotak penalti sebelum melepaskan tembakan keras kaki kiri dari sudut sempit yang tak mampu dihentikan kiper Matvey Safonov. Arsenal pun unggul 1-0.
Gol tersebut menjadi catatan spesial bagi Havertz. Ia masuk dalam daftar pemain yang mampu mencetak gol di final Liga Champions bersama dua klub berbeda, setelah sebelumnya mencetak gol penentu kemenangan Chelsea pada final tahun 2021.
Tertinggal satu gol, PSG berusaha bangkit dengan meningkatkan intensitas serangan. Ousmane Dembélé, Khvicha Kvaratskhelia, dan Désiré Doué beberapa kali mencoba membongkar pertahanan Arsenal yang tampil disiplin sepanjang babak pertama.
Peluang terbaik PSG hadir pada menit ke-12 saat terjadi kemelut di kotak penalti Arsenal. Kvaratskhelia nyaris memanfaatkan bola liar untuk menyamakan kedudukan. Namun, Gabriel Magalhães melakukan tekel krusial yang menggagalkan peluang emas tersebut.
Satu menit kemudian, Fabián Ruiz memperoleh ruang tembak setelah menerima umpan terobosan. Namun, penyelesaian akhirnya masih melebar dari gawang yang dikawal David Raya.
Meski mendominasi penguasaan bola hingga lebih dari 80 persen pada sebagian besar babak pertama, PSG kesulitan menciptakan peluang bersih. Arsenal tampil sangat solid dalam bertahan dengan duet William Saliba dan Gabriel yang berkali-kali mematahkan serangan lawan.
Pada menit ke-26, Arsenal hampir menggandakan keunggulan. Bukayo Saka berhasil melewati Nuno Mendes dan mengirimkan umpan berbahaya ke depan gawang. Namun, Safonov bergerak cepat mengamankan bola sebelum disambar Havertz.
Kiper PSG itu kemudian harus mendapat perawatan setelah mengalami benturan dengan Marquinhos saat berusaha menghalau serangan Arsenal. Beruntung, Safonov mampu melanjutkan pertandingan.
Memasuki 15 menit terakhir babak pertama, PSG terus menggempur pertahanan Arsenal. Namun, setiap upaya yang dibangun tim asuhan Luis Enrique selalu mampu dipatahkan oleh lini belakang The Gunners.
Peluang terbaik PSG menjelang turun minum datang melalui Fabián Ruiz pada menit ke-43. Gelandang Spanyol itu menyambar bola hasil sapuan pertahanan Arsenal, tetapi arah tembakannya masih melenceng dari sasaran.
Arsenal justru hampir mencetak gol kedua pada masa tambahan waktu. Martin Ødegaard mengirim umpan terukur kepada Havertz yang lolos dari kawalan bek PSG. Namun, Marquinhos melakukan penyelamatan penting dengan memblok tembakan sang penyerang.
Hingga wasit Daniel Siebert meniup peluit akhir babak pertama, skor tetap bertahan 1-0 untuk keunggulan Arsenal.
Statistik menunjukkan PSG lebih dominan dalam penguasaan bola, tetapi gagal melepaskan tembakan tepat sasaran sepanjang 45 menit pertama. Sebaliknya, Arsenal tampil efektif dengan memaksimalkan peluang yang dimiliki dan menunjukkan organisasi pertahanan yang sangat disiplin.
Babak kedua diprediksi berlangsung semakin menarik karena PSG wajib mencetak gol untuk menjaga peluang meraih trofi Liga Champions, sementara Arsenal hanya berjarak 45 menit dari gelar juara Eropa pertama dalam sejarah klub. (A02)










Jadilah yang pertama berkomentar di sini