Tapanuli Selatan, Sinata.id – Suasana haru menyelimuti Masjid Hunian Sementara (Huntara) Desa Napa, Kecamatan Batangtoru, saat ratusan warga terdampak bencana melaksanakan Salat Iduladha 1447 Hijriah bersama Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel), Gus Irawan Pasaribu, Rabu (27/5/2026).
Di tengah proses pemulihan pascabencana yang masih berlangsung, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapsel menyerahkan secara simbolis hewan kurban bantuan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia kepada warga terdampak bencana di kawasan Batangtoru.
Salat Id dipimpin sekaligus diisi khutbah oleh Herman Harahap. Kegiatan tersebut juga dihadiri Wakil Bupati Tapsel, Jafar Syahbuddin Ritonga, unsur Forkopimda, pimpinan OPD, anggota DPRD, serta tokoh masyarakat.
Dalam sambutannya, Gus Irawan menegaskan pemerintah daerah akan terus mendampingi masyarakat hingga pulih sepenuhnya dari dampak bencana yang melanda wilayah tersebut pada akhir 2025.
“Hari ini kami kembali hadir bersama masyarakat di Huntara Napa dan Garoga. Pemkab Tapsel akan terus bersama warga terdampak bencana. Dengan kebersamaan, gotong royong, dan persatuan, saya yakin Tapsel akan bangkit lebih cepat dan pulih lebih kuat,” ujar Gus Irawan.
Ia menjelaskan, sapi kurban bantuan Presiden RI sengaja ditempatkan di kawasan Huntara Napa sebagai bentuk perhatian pemerintah pusat terhadap masyarakat korban bencana.
Menurutnya, sapi kurban bantuan Presiden tersebut menjadi yang terbesar di Tapsel tahun ini dengan bobot mencapai 1.045 kilogram. Hewan kurban itu berasal dari peternakan lokal binaan Dinas Pertanian Tapsel di Pargarutan.
Sementara itu, bantuan sapi kurban dari Wakil Presiden disalurkan ke Desa Huta Godang, Kecamatan Batangtoru, yang juga terdampak bencana.
“Penempatan bantuan kurban Presiden dan Wakil Presiden di kawasan terdampak bencana memiliki makna mendalam. Ini bentuk kepedulian dan semangat kebersamaan bagi masyarakat yang sedang bangkit dari masa sulit,” katanya.
Gus Irawan menambahkan, pemerintah memprioritaskan wilayah terdampak bencana sebagai penerima bantuan kurban nasional tahun ini. Meski demikian, pelaksanaan kurban juga berlangsung di hampir seluruh desa di Tapsel.
“Jumlah hewan kurban tahun ini di Tapsel diperkirakan lebih dari seribu ekor,” ucapnya.
Menurut Gus Irawan, Iduladha bukan sekadar ritual keagamaan, tetapi juga pengingat tentang pentingnya keikhlasan, pengorbanan, dan solidaritas sosial sebagaimana dicontohkan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS.
“Iduladha mengajarkan kita untuk tetap optimistis menghadapi kehidupan dan memperkuat kepedulian terhadap sesama. Dengan kebersamaan, tidak ada persoalan yang tidak bisa kita hadapi,” ujarnya.
Di hadapan warga Huntara, Gus Irawan juga mengajak masyarakat untuk tidak larut dalam kesedihan akibat bencana yang telah terjadi.
“Mari kita tinggalkan kesedihan masa lalu dan menatap masa depan dengan keyakinan. Jika kita bersatu dan terus bekerja bersama, Tapanuli Selatan akan bangkit lebih cepat dan menjadi daerah yang lebih kuat dari sebelumnya,” katanya.
Sementara itu, dalam khutbahnya, Herman Harahap mengajak masyarakat menjadikan bencana sebagai sarana introspeksi dan penguat keimanan, bukan ruang untuk saling menyalahkan.
“Musibah yang terjadi hendaknya menjadi pelajaran berharga bagi kita semua. Allah sedang mengajarkan kesabaran, keteguhan, dan pentingnya kebersamaan dalam menghadapi cobaan,” ujarnya.
Ia menambahkan, kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS dalam peringatan Iduladha menjadi teladan tentang ketaatan dan keikhlasan dalam menjalankan perintah Allah SWT.
“Keberhasilan hidup tidak hanya ditentukan oleh apa yang kita miliki, tetapi juga seberapa besar keikhlasan kita dalam berbagi kepada sesama,” katanya.
Usai Salat Id, dilakukan penyerahan simbolis hewan kurban bantuan Presiden dan Wakil Presiden kepada panitia kurban serta warga Huntara Desa Napa dan Desa Huta Godang.
Bagi warga terdampak bencana, bantuan tersebut menjadi simbol bahwa mereka tidak sendiri dalam menghadapi masa pemulihan. (SN18)










Jadilah yang pertama berkomentar di sini