Info Market CPO
🗓 Update: Selasa, 5 Mei 2026 |14:54 WIB |Volume: 0.5K • 0.3K • 0.2K DMI • LOCO NGABANG • LOCO PARINDU • LOCO KEMBAYAN • LOCO LUWU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
15260 14693 14800 15275 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
15100 14693 14800 15275 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K · LOCO KEMBAYAN
15075 14693 14700 15175 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi pada transaksi DMI
  • Segmen LOCO masih dalam tekanan harga
  • Belum ada transaksi pada beberapa titik lokasi
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
Regional

Dinas Kesehatan Sibolga Lakukan Pengukuran dan Publikasi Stunting

dinas kesehatan sibolga lakukan pengukuran dan publikasi stunting
Pengukuran dan publikasi Stunting yang digelar di Aula Bank Indonesia Sibolga.

Sibolga, Sinata.id– Pemerintah Kota Sibolga melalui Dinas Kesehatan melakukan pengukuran dan publikasi stunting. Acara digelar di aula Bank Indonesia Sibolga, Jumat (24/10/2025).

Hadir pada kesempatan tersebut, Sekda Kota Sibolga Herman Suwito yang mewakili Wali Kota Sibolga bersama sejumlah OPD jajaran Pemko Sibolga.

Advertisement

Dalam sambutannya, Wali Kota melalui Sekda menjelaskan, sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2025-2029 bidang kesehatan, berfokus pada peningkatan kesehatan dan gizi berbasis siklus hidup, pencegahan stunting, penguatan pelayanan kesehatan primer dan rujukan.

Pemenuhan tenaga kesehatan dan pembekalan, serta penguatan tata kelola dan inovasi kesehatan untuk mencapai masyarakat sehat dan produktif menuju Indonesia Emas 2045.

Baca Juga  Pemkab dan Kodim Dairi Matangkan Strategi Tambah Luas Tanam

Kegiatan ini juga kata Sekda, sejalan dengan visi dan misi Wali Kota Sibolga yaitu mewujudkan Sibolga Peduli, Amanah, Setia untuk masyarakat yang sejahtera dan misi bidang kesehatan yaitu untuk meningkatkan kualitas kesehatan dan pemerataan kesempatan memperoleh pelayanan kesehatan masyarakat yang terjangkau.

Terutama untuk masyarakat yang kurang mampu, yang tentunya erat kaitannya dengan pelayanan kesehatan untuk balita bermasalah gizi.

“Diantaranya, stunting, yang merupakan salah satu isu strategis kesehatan nasional pada saat ini. Dimana Kota Sibolga masuk menjadi salah satu lokasi prioritas perluasan stunting tahun 2025,” ujar Sekda Herman Suwito membacakan sambutan Wali Kota Sibolga Akhmad Syukri Nazry Penarik.

Pemerintah daerah tidak menampik catatan stunting Kota Sibolga berdasarkan hasil studi status gizi Indonesia (SSGI) 2024 masih menunjukkan angka 18,,1 %. Sedangkan secara nasional target prevalensi stunting sebesar 18,8 % ditahun 2025.

Baca Juga  Polisi Tetapkan Dua Tersangka, Kasus Eksploitasi Anak di Bawah Umur di Humbahas

Namun, menurut Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (E-PPGBM) pada tahun 2024, di Kota Sibolga terdapat 4,26 % atau 289 balita, yang meningkat menjadi 4,79 % atau 306 balita pada pengukuran bulan Agustus tahun 2025.

Untuk mencapai Kota Sibolga bebas stunting, maka diperlukan peran dari unsur Forkopimda, Pemerintah, Akademisi, Badan/Pelaku usaha, Masyarakat sipil (komunitas) dan media massa.

Ditimpali oleh Plt. Kadis Kesehatan Sibolga Sri Wahyuni,SKM.,MSi, yang menegaskan bahwa pihaknya bersama dengan instansi terkait lainnya akan terus berupaya maksimal dalam penurunan angka stunting di Kota Sibolga.

“Kita mengintervensi balita-balita yang mempunyai masalah status gizi. Dari berat badannya kurang, balita yang pendek dan sangat pendek,” ujar Kadis Kesehatan disela-sela kegiatan.

Baca Juga  Mahyaruddin Salim: 2026 Fokus Penuntasan PR Pemerintahan

Diketahui, ada 2 yang akan menjadi narasumber pada acara tersebut. Diantaranya, Aci Debby Oktori Nasution dari PIC Program Stunting Dinas Kesehatan Provinsi Sumut, dan Justin, Kepala Bappeda Kota Sibolga. (A1)

 

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini