Jakarta, Sinata.id – Sebuah video yang beredar di media sosial TikTok menampilkan tautan yang diklaim sebagai pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tahun 2026.
Seperti dilansir Kamis (22/1/2026) dalam unggahan tersebut disebutkan adanya formasi dokter, perawat, dan bidan.
Namun, klaim tersebut tidak benar. Berdasarkan penelusuran dan klarifikasi dari laman resmi komdigi.go.id, tautan yang dicantumkan dalam video tersebut bukan berasal dari kanal resmi Kementerian Kesehatan. Tautan tersebut justru mengarahkan pengguna untuk mengisi data pribadi, yang mengindikasikan modus penipuan atau phishing.
Selain itu, video tersebut tidak memuat pernyataan asli dari Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes RI, Siti Nadia Tarmizi. Narasi ajakan pendaftaran CPNS Kemenkes 2026 dalam unggahan itu diduga merupakan hasil manipulasi audio dan visual dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Baca juga:CPNS 2026 Kapan Dibuka? Ini Sinyal Pemerintah soal Formasi ASN
Diketahui pula bahwa gambar Siti Nadia Tarmizi yang digunakan dalam video tersebut berasal dari dokumentasi Rapat Kerja Kesehatan Nasional (Rakerkesnas) 2023 yang digelar di Jakarta pada 23 Februari 2023. Dokumentasi tersebut sama sekali tidak berkaitan dengan pembukaan pendaftaran CPNS Kemenkes tahun 2026.
Dengan demikian, unggahan yang memuat klaim “tautan pendaftaran CPNS Kemenkes 2026” dapat dipastikan sebagai konten hoaks. Masyarakat diimbau untuk selalu memverifikasi setiap informasi melalui sumber resmi sebelum mempercayai atau menyebarkannya di media sosial.
Sementara itu, Badan Kepegawaian Negara (BKN) juga menegaskan bahwa informasi terkait pembukaan seleksi CPNS maupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahun 2026 yang beredar di media sosial adalah tidak benar.
Kepala BKN, Prof. Zudan Arif Fakrulloh, menyatakan bahwa hingga saat ini belum ada pengumuman resmi mengenai pembukaan pendaftaran CPNS maupun PPPK tahun 2026.
“Informasi mengenai pembukaan seleksi CASN 2026, daftar formasi, besaran gaji, hingga tautan pendaftaran yang beredar saat ini merupakan hoaks dan bukan bagian dari proses resmi rekrutmen ASN,” tegas Prof. Zudan.
Baca juga:CPNS 2026 Kapan Dibuka? Ini Penjelasan Terbaru MenPAN-RB dan Bocoran Formasi
Ia menjelaskan bahwa setiap tahapan pengadaan ASN selalu diawali dengan penetapan kebutuhan nasional, persetujuan formasi, serta pengumuman resmi melalui portal pemerintah.
“Seluruh proses pendaftaran ASN, baik CPNS maupun PPPK, hanya dilakukan melalui portal resmi SSCASN yang dikelola oleh BKN, bukan melalui tautan pribadi atau situs yang tidak dikenal,” tuturnya. (A02)










Jadilah yang pertama berkomentar di sini