Info Market CPO
🗓 Update: Jumat, 8 Mei 2026 |15:34 WIB |Volume: 0.5K • 0.2K • 2.6K DMI • LOCO NGABANG • LOCO KEMBAYAN • LOCO PARINDU • FOB PALOPO
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15200 (TON) 15131 (AGM) 15275 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15100 (IMT/KJA) 15131 (AGM) 15275 KJA ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.5K · LOCO NGABANG
14782 14675 (MNA) 14500 (PBI) 14925 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.5K · LOCO KEMBAYAN
14772 14525 (MNA) 14400 (PBI) 14825 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14782 14600 (MNA) 14500 (PBI) 14925 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K · FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP masih mendominasi pada beberapa titik LOCO
  • Persaingan harga di DMI berlangsung ketat
  • Masih terdapat lokasi tanpa penawaran
👥Sumber: Internal Market CPO
Model
Hukum & Peristiwa

Heboh! 41 Orang Keracunan Mie Tek-Tek di Sibolga, Pemko Tutup Warung

heboh! 41 orang keracunan mie tek-tek di sibolga, pemko tutup warung
Pemeriksaan terhadap mie tek-tek. (istimewa)

Sibolga, Sinata.id – Puluhan warga di Kota Sibolga mengalami keracunan setelah mengonsumsi mie tek-tek yang dijual di kawasan Jalan Sisingamangaraja, tepatnya di simpang Jalan Elang, Kamis (5/3/2026).

Sebanyak 41 orang terpaksa dilarikan ke rumah sakit karena mengalami gejala mual dan muntah.

Advertisement

Berdasarkan informasi yang dihimpun, para korban mulai merasakan gejala tidak lama setelah menyantap mie tek-tek dari pedagang tersebut. Mereka kemudian mendapatkan penanganan medis di sejumlah fasilitas kesehatan.

Dari total korban, 22 orang merupakan balita, sementara sisanya adalah orang dewasa. Korban tertua dilaporkan berusia 55 tahun.

Baca juga:Polisi Selidiki Dugaan Keracunan Mi Tek-Tek di Sibolga, Korban Mayoritas Anak-Anak

Menindaklanjuti laporan kejadian tersebut, Pemerintah Kota (Pemko) Sibolga langsung turun ke lokasi penjualan yang sekaligus menjadi tempat produksi mie.

Baca Juga  Pria Asahan Tewas Tenggelam di Sungai Saat Diduga Hendak Melarikan Diri

Petugas dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Sibolga melakukan pemeriksaan terhadap kondisi kebersihan proses pengolahan makanan, termasuk mengambil sampel mie yang masih tersisa untuk diuji di laboratorium. Selain itu, petugas juga memeriksa bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan mie tersebut.

Hasil pemeriksaan awal menunjukkan bahwa rumah produksi mie tidak memenuhi standar kelayakan, terutama karena kondisi lokasi yang terbuka dan dinilai tidak higienis.

Meski demikian, petugas tidak menemukan adanya kandungan bahan kimia berbahaya seperti boraks pada mie tersebut. Dugaan sementara, keracunan terjadi akibat sanitasi yang buruk sehingga memicu kontaminasi silang pada bahan makanan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes Sibolga, Sri Wahyuni, menjelaskan bahwa indikasi awal mengarah pada masalah kebersihan dalam proses pengolahan makanan.

Baca juga:132 Siswa di Kuwus Manggarai Barat Diduga Keracunan MBG Berujung Penutupan Dapur

Baca Juga  Tidak Ingin Ada "Ruang Gelap", Komisi III DPR Kawal Ketat Kasus Kematian Nizam

“Dugaan sementara kami mengarah pada masalah higienitas dalam proses pengolahan dan pembuatan mie. Secara fisik mie tidak tercium basi, namun sanitasi yang kurang terjaga berpotensi menimbulkan kontaminasi silang,” ujar Sri Wahyuni dalam konferensi pers di ruang kerja Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Sibolga, Jumat (6/3/2026).

Untuk mencegah bertambahnya korban sambil menunggu hasil uji laboratorium terhadap sampel muntah para korban, Pemko Sibolga memutuskan menutup sementara warung mie tek-tek tersebut.

Selain itu, petugas juga menarik sisa mie produksi yang belum diolah agar tidak lagi beredar di masyarakat.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap para korban, Pemko Sibolga memastikan bahwa biaya pengobatan di rumah sakit akan digratiskan.

“Kami telah berkoordinasi dengan pihak rumah sakit agar tidak memungut biaya kepada para korban. Jika masih ada masyarakat yang merasakan gejala seperti lemas setelah mengonsumsi mie tersebut, kami mengimbau agar segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat,” kata Sri.

Baca Juga  Wakil Wali Kota Sibolga Tinjau Jalan Rusak dan Sungai Pascabencana

Baca juga:Pasangan Suami Istri Ditemukan Tewas di Humbahas, Diduga Keracunan Asap Arang

Sementara itu, Sekda Kota Sibolga, Herman Suwito, mengingatkan para pelaku usaha kuliner agar lebih memperhatikan aspek kebersihan dan sanitasi dalam pengolahan makanan.

Ia menegaskan bahwa pelaku usaha tidak boleh hanya mengejar keuntungan tanpa memperhatikan standar kesehatan.

“Kejadian ini harus menjadi pembelajaran bagi semua pihak. Kami juga meminta Dinkes untuk terus melakukan monitoring secara rutin agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi di Kota Sibolga,” tegasnya. (A01)

 

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini